Wednesday, 23 September 2020


Kilas Balik: 137 Tahun Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia  

14 Jul 2020, 16:49 WIBEditor : Ahmad Soim

Perkebunan Gula | Sumber Foto:Repro www.p3gi.co.id

 

 TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Pusat Penelitian Gula Indonesia (P3GI) sudah berumur 137 tahun. Didirikan pada Zaman Penjajahan Belanda pada 9 Juli 1883. “Pada usia yang ke 137 tahun  semoga perkebunan gula cepat bangkit kembali kejayaannya,” kata Tokoh Senior Pergulaan Indonesia Soedjai Kartasasmita kepada Sinar Tani (13/7).

Menurutnya, tanpa P3GI tidak mungkin Indonesia bisa mencapai swasembada gula. “Semoga Para Peneliti tetap bersemangat walaupun pendanaan lagi menjadi problem besar,” ungkap Soedjai.

Selain itu, lanjutnya, P3GI perlu membangun  infrastruktur untuk penelitian dan pendidikan para peneliti supaya bisa mengaplikasikan teknologi 4.0 di lapangan.

Dalam laman P3GI, dituliskan sejarah panjang perjalanannya. Pada tahun 1885, didirikan “Het Proefstation Midden Java” di Semarang. Tahun 1886, didirikan “Proefstation Voor Suikerriet in West Java” di Kagok, Tegal. Tahun 1887, didirikan “Proefstation Oost Java” di Pasuruan dan dikenal dengan nama POJ.

Tahun 1942-1945, POJ dikuasai oleh Pemerintah Jepang. Tahun 1945, Komite Nasional Indonesia mengambil alih POJ dari Pemerintah Jepang. Tahun 1947, Pemerintah Belanda merehabilitasi POJ. Tahun 1957, Pemerintah Indonesia mengambil alih POJ dan mengganti nama menjadi Balai Penyelidikan Perusahaan Perusahaan Gula (BP3G).

Tahun 1963, BP3GI secara organisasi diserahkan kepada Badan Pimpinan Umum Perusahaan Perkebunan Gula Indonesia (BPU-PPN Gula) Jakarta. Tahun 1968, Menteri Pertanian membentuk “Dewan Pembina BP3G” yang bertugas mengelola Balai melalui SK Mentan No 344/Kpts/12/1968.

11 Mei 1987, Dewan Pembina merubah nama BP3G menjadi Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI).  15 Mei 1992, didirikan Asosiasi Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (AP2GI) untuk menunjang kegiatan penelitian yang dilakukan oleh P3GI. 1 Februari 1996, dibentuk Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (APPI) yang merupakan integrasi dari Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Penelitian Indonesia (AP3I) dan ASosiasi Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (AP2GI).

23 Desember 2002, APPI membentuk Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) sebagai pengelola Pusat Penelitian yang terdiri dari: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember, Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia di Pasuruan, Pusat Penelitian Teh dan Kina di Gambung, Pusat Penelitian Karet di Sungai Putih, Sumatera Utara, yang memiliki 3 Balai yakni Balai Penelitian Sembawa, Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor, dan Balai Penelitian Getas, Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Medan, yang memiliki 2 Balai yakni Balai Penelitian Medan dan Balai Penelitian Marihat, Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia di Bogor.

20 November 2009, didirikan PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) yang merupakan transformasi dari LRPI.

 

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018