Monday, 10 August 2020


Selain Buat Aromaterapi, Minyak Atsiri Ampuh untuk Pengendalian OPT

16 Jul 2020, 12:45 WIBEditor : Indarto

Minyak atsiri | Sumber Foto:Dok. Indarto

Ekstrak tanaman nilam, cengkeh, sereh wangi mulai dari ranting, cabang, daun, serta putiknya dapat dimanfaatkan sebagai pengendali OPT yang cukup ampuh.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Minyak atsiri di masa pandemi corona (covid 19) sedang naik daun. Selain berfungsi sebagai aroma terapi yang diklaim mampu mengatasi virus covid 19,  minyak atsiri juga dimanfaatkan kalangan industri untuk bahan farmasi, obat-obatan, parfum hingga penyegar makanan. Di sektor usaha agribisnis, minyak atsiri juga bisa dimanfaatkan sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT).

Ekstrak tanaman nilam, cengkeh, sereh wangi mulai dari ranting, cabang, daun, serta putiknya dapat dimanfaatkan sebagai pengendali OPT yang cukup ampuh. Sifat minyak atsiri yang mudah menguap ini banyak dimanfaatkan industri sebagai penolak gangguan lingkungan.

" Minyak atsiri dari ekstrak sereh wangi dan cengkeh sangat bagus sebagai bahan pengendali OPT. Minyak atsiri yang aromanya khas punya efek anti serangga, jamur dan bakteri," papar Pakar Hama Penyakit Tanaman Buah  Balitbu Tropika, Mizu Istianto, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Kamis (16/7).

Menurut Mizu, penggunaan minyak atsiri sebagai pengendali OPT, selain ramah lingkungan juga mudah diaplikasi dan aman. " Minyak atsiri  dari bahan sereh wangi dan cengkeh bisa dimanfaatkan menjadi agen pengendali OPT yang bahan bakunya mudah di dapat dan murah," papar Mizu.

Minyak atsiri, lanjut Mizu sudah terbukti mampu digunakan sebagai pengendali serangga dan cendawan pada sejumlah tanaman buah. Sifatnya yang mudah menguap, minyak atsiri ini mampu menghambat proses penemuan dan penerimaan inang melalui penolakan kehadiran dan penghambat makan.

" Minyak atsiri mampu membunuh serangga melalui mekanisme pelapisan integumen," ujarnya.

Mizu juga mengatakan, minyak atsiri juga bersifat iritasi, sehingga mampu merusak sel atau menyebabkan perubahan morfologi hifa. Sehingga, minyak atsiri mampu dimanfaatkan untuk mengendalikan cendawan. 

 

Reporter : Dimas
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018