Monday, 10 August 2020


Cerutu Tembakau Deli dari Eropa ke Pasar Lokal

16 Jul 2020, 14:32 WIBEditor : Ahmad Soim

Cerutu tembakau Deli | Sumber Foto:Dok PTPN II

Sejarah Tembakau Deli dimulai pada tahun 1864. Saat itu Tembakau Deli pertama kali ditanam di daerah Deli oleh seorang pioneer Belanda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Medan - Tembakau Deli hanya dapat tumbuh dengan baik, dengan cita rasa, aroma serta sifat kualitas yang prima bila dibudidayakan di antara dua sungai besar di Sumatera Utara yaitu sungai Ular dan sungai Wampu.

Tembukau Deli adalah komoditi perkebunan ekspor yang melegenda. Sayangnya, luas areal tanam dan produksinya terus menurun. Saat ini pemerintah telah menetapkan sebagai tanaman “cagar budaya.”

“Direksi PTPN II akan mengembangkan produk hilir Tembakau Deli yaitu pembuatan cerutu dengan tujuan perluasan pasar tidak hanya di Eropa, melainkan juga di pasar lokal,” tambah Erikson Ginting dari PTPN II dalam Webinar yang diselenggarakan Universitas Sumetara Utara (16/7).

Sejarah Tembakau Deli dimulai pada tahun 1864. Saat itu Tembakau Deli pertama kali ditanam di daerah Deli oleh seorang pioneer Belanda bernama Jacobus Nienhuys. Pada tahun 1869, didirikan Perusahaan Perkebunan  Tembakau yang diberi nama Deli Maatschappij. Pada tahun 1875, didirikan Deli Batavia Maatschappij.

Pada tahun 1877,  didirikan Tabak Maatschappij. Pada tahun 1889, didirikan Senembah Maatschappij. Pada tahun 1957, perusahaan milik bangsa Belanda diambil alih oleh Pemerintah Indonesia termasuk perkebunan Tembakau Deli di Sumatera Timur.

Pada tahun 1968, berdasarkan peraturan Pemerintah RI No. 14, Perusahaan Tembakau tersebut dikelola oleh PTP IX  dan  sekarang bernama PT. Perkebunan Nusantara II.

Jumlah perusahaan yang menanam tembakau Deli juga mengalami pasang surut. Pada tahun 1889, terdapat 170 perkebunan tembakau di Deli. Pada tahun 1914, tercatat hanya 101 perkebunan tembakau. Pada tahun  1930, Jumlah perkebunan tembakau semakin berkurang menjadi 72 perkebunan.

Pada tahun 1940, jumlah perusahaan berkurang menjadi 43 perkebunan tembakau. Pada tahun 1949, Setelah PD II, berkurang menjadi 30 perkebunan tembakau. Pada tahun 1952, perusahaan tembakau semakin berkurang menjadi 25 perkebunan. Pada tahun 1954, hanya terdapat 22 perkebunan tembakau. Pada tahun 1957, tersisa hanya 12 perkebunan tembakau.

Jumlah areal tanam Tembakau di PTPN 2 juga terus menyusut. Saat ini, jelas Ginting dari PTPN2, komoditi Tembakau Deli belum memberikan kontribusi laba pada perusahaan, maka Direksi PTPN II mengambil kebijakan untuk menanam Tembakau Deli hanya seluas  5 ladang (4  Ha), yang berlokasi di kebun Helvetia.

Diungkapkannya, pemerintah telah menetapkan Tembakau Deli menjadi tanaman “cagar budaya” (Heritage) sehingga kelestariannya harus tetap dijaga dan dikelola. “ Direksi PTPN II berencana  untuk mengembangkan produk hilir Tembakau Deli yaitu pembuatan cerutu dengan tujuan perluasan pasar tidak hanya di Eropa, melainkan juga di pasar lokal,” tambahnya.

 

 

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018