Sunday, 09 August 2020


Perkebunan Rakyat Perlu Bibit Hibrida Kopi dan Kakao yang Tahan Pemanasan Global

23 Jul 2020, 08:15 WIBEditor : Ahmad Soim

Panen kopi | Sumber Foto:Istimewa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Tantangan berat yang lagi dihadapi oleh komoditas kopi dan kakao ialah temperatur yang dengan cepat merayap ke tingkat yang lebih tinggi yang disebabkan oleh perubahan iklim.

“Perubahan suhu global tersebut membuat ekosistem perkebunan kopi dan kakao menjadi berubah menjadi lebih panas dan memberikan dampak negatif kepada pertumbuhan dan kematangan buah kedua jenis komoditas tersebut,” kata Soedjai Kartasasmita, Tokoh dan Pelaku Perkebunan Indonesia kepada Sinar Tani (23/7).

Laporan hasil penelitian CIRAD dari Perancis dan berbagai Lembaga Penelitian di Inggris, juga  di negara lain lanjut Soedjai Kartasasmita memperkuat fakta tentang adanya pengaruh peningkatan suhu global pada produksi kopi dan kakao.

 Oleh karena itu, lanjutnya perlu segera diadakan penelitian untuk menemukan jenis hibrida tanaman kopi dan kakao yang tahan terhadap temperatur yang lebih tinggi.

Dr Teguh Wahyudi, peneliti senior dari Pusat Penelitian Kopi dan Coklat mengatakan  sudah melakukan penelitian bersama CIRAD. Namun, lanjut Soedjai Kartasasmita Kerjasama penelitian itu terhenti karena ketiadaan dana.

Soedjai berharap  Dewan Kopi Indonesia bisa menjembatani agar penelitian untuk mendapatkan jenis hibrida kopi Indonesia dapat segera didapatkan. Kebun kopi  sebagian besar diusahakan oleh rakyat. Bila ini dibiarkan, maka kopi rakyat Indonesia akan kalah dalam persaingan dengan kopi dari negara produsen lain.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018