Thursday, 24 September 2020


Diversifikasi Usaha Tembakau, Agar Petani Punya Nilai Tambah

04 Aug 2020, 11:55 WIBEditor : Indarto

Kebun tembakau | Sumber Foto:Dok. Istimewa

Tembakau dapat dimanfaatkan menjadi pestisida nabati, bahan baku parfum, ekstrak dan pupuk organik.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Anjloknya harga tembakau jelang musim panen masih menghantui petani. Tak kondusifnya  harga tembakau  di tingkat petani, kerap kali membuat mereka dihinggapi ketidakpastian atas usahanya. Agar ada kepastian usaha, petani dianjurkan bermitra dan mengembangkan diversifikasi usaha tembakau, supaya bernilai tambah.

Pengamat Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi mengatakan, agar petani tembakau punya nilai tambah ke depannya tak sekadar menanam dan menjual  daun tembakau ke pabrikan (mitra, red).  Petani tembakau harus mampu melakukan diversifikasi usaha  tembakau, yang bertujuan  mendapatkan produk baru selain rokok.

“Diversifikasi usaha tembakau tadi memiliki nilai ekonomi tinggi dan bermanfaat. Diversifikasi usaha tembakau tersebut akan menjadi nilai tambah petani,” kata Prima Gandhi, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Selasa (4/8).

Menurut Gandhi, tembakau dapat dimanfaatkan menjadi pestisida nabati, bahan baku parfum, ekstrak  dan pupuk organik.  Nah, produk-produk tersebut diharapkan memiliki manfaat dan tidak membahayakan kesehatan.

Gandhi juga mengatakan, tembakau juga memiliki aroma yang khas. Aroma ini menunjukkan bahwa tembakau memiliki kandungan minyak atsiri dan senyawa-senyawa volatile dengan aroma yang khusus. Artinya, tembakau memiliki potensi untuk dikembangkan layaknya tanaman yang memiliki kandungan minyak atsiri.

“ Beberapa produk hasil diversifikasi tembakau sudah dipatenkan dan siap untuk dikomersilkan. Misalnya,  asap cair  tembakau  dan parfum tembakau. Produk-produk ini  diharapkan  memiiki manfaat dan bernilai jual tinggi, sehingga dapat menambah pendapatan para petani,” katanya.

Dikatakan, diversifikasi produk tembakau juga dapat diperolah dari limbah tembakau. Antara lain,  dari  batang tembakau, daun tembakau mutu rendah dan debu tembakau.

“Limbah ini dapat digunkana sebagai bahan baku pembuatan produk tembakau non rokok,” ujarnya.

Menurut Gandhi, untuk mengembangkan diversifikasi usaha tembakau perlu political will dari pemerintah. Sehingga, pemerintah tak sekadar mengembangkan sektor hulunya.

 “Jadi, sektor hilirnya perlu juga diperhatikan supaya petani punya nilai tambah,” pungkas Gandhi.

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018