Sunday, 06 December 2020


Dorong Produksi Cengkeh, Kementan Bantu Benih ke Pekebun Halmahera Barat

04 Sep 2020, 13:55 WIB

Bibit cengkeh | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjenbun

Ditjen Perkebunan Kementan menaruh perhatian besar pada peningkatan produksi, produktivitas, nilai tambah dan daya saing produk perkebunan.

 

 

 

 TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta----- Cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang dikembangkan produktivitasnya. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen Perkebunan) sepanjang tahun 2020 terus mengembangkan pertanaman cengkeh yang dikelola petani (pekebun) melalui program rehabilitasi dan perluasan lahan komoditas cengkeh di sejumlah daerah.

 Rehabilitasi terhadap tanaman cengkeh yang sudah tua dan perluasan lahan, dalam rangka menjaga  ketersediaan dan stabilitas pasokan komoditas cengkeh. Rehabilitasi tanaman cengkeh juga berfungsi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan berorientasi ekspor ini.

 Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo , dalam kunjungannya ke Provinsi Maluku, Mei 2020 lalu berpesan,  agar jajarannya melakukan pendampingan untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing dan keunggulan setiap komoditas perkebunan termasuk rempah. Komoditas perkebunan seperti cengkeh ini harus diperkuat di sektor hulunya.

 “Selain itu, harus dikembangkan pula sektor hilirnya supaya petani atau pekebun punya nilai tambah,” ujar Syahrul.

 Hal senada diungkapkan  Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono. Menurut Kasdi, Ditjen Perkebunan Kementan menaruh perhatian besar pada peningkatan produksi, produktivitas, nilai tambah dan daya saing produk perkebunan.

 “ Usaha perkebunan sebagai salah satu sub sektor strategis  memiliki peranan penting dalam pembangunan nasional. Untuk itu produksi dan produktivitas serta kualitas komoditas perkebunan sangat perlu dijaga, sehingga ketersediaan komoditas tetap tersedia dan berdaya saing,” kata Kasdi, di Jakarta, Jumat (4/9).

 Agar produktivitas dan produksi komoditas cengkeh meningkat, lanjut Kasdi,  perlu didukung sepenuhnya dengan penggunaan benih berkualitas baik dan bukan benih asalan.  Mengingat,  produksi perkebunan merupakan bahan baku industri yang sangat dibutuhkan untuk pasar  dalam negeri maupun ekspor.

 Guna mendorong produksi dan produktivitas komoditas cengkeh, Kementan melalui Ditjen Perkebunan, pada awal Juli lalu, memberikan bantuan benih cengkeh kepada Kelompok Tani Simomi Gam,  Desa Marimabati,  Kecamatan Jailolo Selatan,  Kabupaten Halmahera Barat.

 Direktur Perlindungan Perkebunan Ardi Praptono  yang  mewakili Dirjen Perkebunan Kementan, dalam kunjungannya ke Kabupaten Halmahera Barat mengatakan, bantuan benih ini merupakan bagian dari kegiatan rehabilitasi cengkeh Ditjen Perkebunan Kementan. Pada kegiatan ini, Ditjen Perkebunan mengalokasikan anggaran rehabilitasi cengkeh untuk Kabupaten Halmahera Barat seluas 150 hektar.

 “ Benih yang disiapkan sebanyak 9.750 batang. Benih cengkeh tersebut dibagikan  untuk 6 (enam) kelompok tani. Masing-masing kelompok tani sebanyak 1.625 batang benih cengkeh,” kata Ardi.

 Dalam kesempatan yang sama, Ardi Praptoni juga  melakukan kunjungan ke salah satu produsen benih di Desa Ake Diri,  Kabupaten Halmahera Barat,  yaitu CV. Nuada Maristika Jaya. “Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau ketersediaan dan kondisi benih dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi cengkeh di kabupaten Halmahera Barat Tahun 2020,” papar Ardi.

 Ardi berharap, dengan adanya bantuan benih cengkeh ini, dapat mendorong dan mendukung petani dalam meningkatkan atau memperbaiki mutu, kualitas maupun produksi dan produktivitas cengkeh. “Bantuan benih ini kami harapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan hidup petani,” pungkasnya.

 

 

 

 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018