Monday, 28 September 2020


Siapa Pengembang Biodiesel Pertama di Indonesia?

11 Sep 2020, 07:31 WIBEditor : Ahmad Soim

Biofuel Indonesia dari sawit | Sumber Foto:Soedjai Kartasasmita/Ahmad Soim

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Banyak orang tidak tahu penggagas biodiesel pertama di Indonesia.

Ketua Umum Badan Kerja Sama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKS-PPS) Soedjai Kartasasmita mengungkapkan pengembang pertamanya adalah  Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS ) di Medan  pada tahun 2001. 

 Ketika itu, Prof Bungaran Saragih menduduki posisi  sebagai Menteri Pertanian.  Bersama pimpinan PPKS Dr Zakaria Pulungan dan Dr Purboyo dan Soedjai Kartasasmita, Mentan Bungaran hadir dalam Seminar Internasional tentang biodiesel di Medan dengan mengundang pembicara dari HongKong dan Malaysia. Hadir juga Dr Agus Pakpahan yang ketika itu menjabat sebagai Dirjen Perkebunan.

BACA JUGA:

Pelajaran Berharga Pengembangan Biofuel dari Brasil, Indonesia Bisa dari Sawit

Bungaran Saragih : Sinergikan Kebijakan Replanting dengan Biofuel
Tenang, Harga B100 Tidak Akan Mahal Jika Dijual Komersil

Ketika SBY jadi Presiden, cerita Soedjai Kartasasmita, Abu Rizal Bakrie ( ARB ) diangkat menjadi Menko Perekonomian. Menko Abu Rizal Bakrie  berkunjung ke PPKS bersama Soedjai untuk menyaksikan dari dekat pembuatan biodiesel.

Menko Perekonomian menganjurkan supaya PPKS mengirimkan 5 ton biodiesel ke proyek Jatiluhur untuk uji coba oleh para nelayan sebagai pengganti solar yang biasa mereka pakai untuk perahu nelayannya. Pada upacara penyerahan biodiesel kepada nelayan hari itu dihadiri juga oleh SBY.

Bungaran Saragih  menambahkan sebelum seminar yang dilakukan di Medan itu, “saya pergi ke Jerman untuk melihat bagaimana Kereta Api dan Perusahaan Listrik disana pakai bio diesel berbasis rape seed. Kita berkesimpulan bahwa biodiesel berbasis sawit bisa lebih murah.”

 Pada saat itu lanjut Bungaran Saragih minyak bumi sangat mahal harganya di atas US $ 100 per barrel. Maka kita melihat biodiesel punya pasar baru yang sangat besar untuk sawit kita. Itu terbukti sekarang.

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018