Monday, 28 September 2020


Kembalikan Kejayaan Vanili dengan Perluasan Lahan

16 Sep 2020, 13:44 WIBEditor : Indarto

Kebun vanili | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjenbun

Pengembangan dan perluasan budidaya vanili tahun ini dilakukan di empat daerah. Diantaranya, Jawa Barat seluas 10 ha, Maluku Utara seluas 5 ha, Sulawesi Utara seluas 10 ha dan Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 10 ha.

 



TABLOIDSINARTANI.COM, Temanggung--- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal  (Ditjen) Perkebunan terus berupaya mengembalikan kejayaan komoditas perkebunan. Salah satunya adalah vanili,-- yang dahulu menjadi buruan pedagang manca negara.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) , Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan, Ditjen Perkebunan komitmen untuk mengembalikan kejayaan si “emas hijau” ini. Diantaranya, dengan pengembangan atau perluasan lahan vanili seluas 35 hektar (ha). Perluasan lahan pengembangan budidaya vanili ini dilakukan untuk mendongkrak produksi vanili secara nasional.

“ Perluasan lahan budidaya vanili sangat penting dilakukan. Karena permintaan vanili di dalam dan luar negeri cukup besar,” ujar Bagus, di Temanggung, Rabu (16/9).

Pengembangan dan perluasan budidaya vanili tahun ini dilakukan di empat daerah. Diantaranya, Jawa Barat seluas 10 ha, Maluku Utara seluas 5 ha, Sulawesi Utara seluas 10 ha dan Nusa Tenggara Timur (NTT) seluas 10 ha.

Selain perluasan lahan, kegiatan Tim Identifikasi Vanili yang dilakukan oleh UPT lingkup Kementan, yaitu Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor pada tanggal 8 -10 Juli 2020 di Salatiga dan Temanggung mulai berbuah hasil. Tim Identifikasi Vanili ini telah menggelar pelatihan petani vanili yang ada di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) oleh Badan Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Pemprov Jateng.

Pelatihan tersebut juga berkolaborasi dengan sejumlah praktisi. Diantaranya, Dewan Vanili Indonesia dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Griya Vanili Salatiga yang salah satunya pernah berhubungan dengan tim identifikasi BBPPTP Surabaya. Pelatihan yang diselenggarakan selama empat hari tersebut terlaksana mulai tanggal 24 - 27 Agustus 2020 di Bapeltan Jateng, Soropadan, Temanggung.

Dalam pelatihan, petani vanili dibekali tentang kebijakan peningkatan produksi hortikultura, dinamika kelompok dan pembentukan sikap, pengenalan komoditas, pengolahan lahan dan budidaya, pembungaan, speck atau export, pupuk organik, pengembangan tanaman berbasis ekspor, serta Rencana tindak Lanjut dan evaluasi dari kegiatan pelatihan yang berlangsung.

Ketua P4S Griya Vanili, Eko mengaku sangat berterimakasih kepada Kementan khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan yang telah merespon positif dan sangat mendukung budidaya vanili sebagai salah satu program Gratieks. Dia juga mengapresiasi  Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemprov Jawa Tengah dan Dinas Pertanian kota / kabupaten yang sudah mulai merespon positif kebangkitan vanili.

“ Pembudidaya vanili Indonesia dan vanili Jawa Tengah pada khususnya dapat memperoleh apresiasi sebagai komiditas ekspor unggulan nasional,” ujarnya.

Kepala Seksi Pelayanan Teknik dan Informasi Bidang Perbenihan BBPPTP Surabaya, Kiswidiatmo mengatakan, dengan semakin meningkatnya kompetensi petani vanili setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Bapeltan Jawa Tengah, maka sudah menjadi keharusan agar menggunakan benih yang legal (melalui kegiatan identifikasi). Diharapkan, pemerintah setempat dapat mendorong terbangunnya kebun sumber benih vanili sebagai jaminan legalitas benih yang beredar di wilayah Jawa Tengah pada khususnya dan nasional pada umumnya.

Kiswidiatmo  juga berharap, mengharumnya Kembali vanili Indonesia yang dimulai dari kebangkitan vanili di Provinsi Jawa Tengah, akan mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi covid-19. “Ekspor non-migas  dari salah satu produk komoditi perkebunan akan segera terwujud,” pungkasnya.

 

Reporter : Dimas/Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018