Sunday, 11 April 2021


DoNiTa, Disukai Petani Dimusuhi OPT

17 Sep 2020, 11:46 WIBEditor : Indarto

Aplikasi Donita | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjenbun

Aplikasi DoNiTa dibangun untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat. Aplikasi DoNiTa memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang keberadaan dan tupoksi BBPPTP Medan khususnya dalam pengendalian OPT perkebunan.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Medan---- Petani atau pekebun di era 4.0 harus melek informasi dan teknologi dalam rangka mengantisipasi serangan organisme  pengganggu tanaman (OPT). Melalui aplikasi layanan klinik tanaman yaitu Dokter taNi kiTa (DoNiTa) berbasis android inilah akan mempermudah para petani memperoleh informasi tentang serangan OPT perkebunan dan pengendaliannya.

Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), Sigit Wahyudi mengatakan, aplikasi DoNiTa juga memfasilitasi petani dan pihak terkait lainnya untuk melaporkan atau mengadukan gangguan OPT perkebunan di wilayahnya. Melalui,  aplikasi DoNiTa, setiap petani dapat secara langsung berkonsultasi kepada dokter tanaman di BBPPTP Medan tentang permasalahan OPT di kebunnya.

“ Aplikasi DoNiTa dibangun untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat. Aplikasi DoNiTa memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang keberadaan dan tupoksi BBPPTP Medan khususnya dalam pengendalian OPT perkebunan,” kata Sigit, di Medan, Kamis (17/9).

Menurut Sigit, melalui aplikasi ini, layanan klinik tanaman BBPPTP Medan kepada masyarakat akan lebih mudah dan cepat. Memang, aplikasi Dokter taNi kiTa (DoNiTa) ini masih dalam tahap penyelesaian. Namun telah mulai diperkenalkan kepada masyarakat perkebunan.

“ Sehingga, sosialisasi dan pengenalan aplikasi DoNiTa dilakukan pertama sekali kepada petugas UPPT dengan cara mengunduh aplikasi tersebut pada HP android masing-masing petugas dan mempelajari menu-menu yang terdapat di dalamnya,” papar Sigit.

Sigit juga mengatakan, pada saat aplikasi DoNiTa selesai dibangun, diharapkan petugas UPPT dapat memperkenalkan aplikasi DoNiTa kepada petani di daerah binaannya dan menjelaskan manfaat dari aplikasi tersebut. Ke depannya diharapkan ,  akan ada pengembangan terhadap aplikasi tersebut.

Pastinya, dengan aplikasi DoNiTa, kata Sigit, pertama,  akan memudahkan akses untuk pengamatan OPT. Penggunaan aplikasi online untukpengamatan OPT tentunya lebih efektif dan efisien dari pada cara pengamatandan pencatatan yang manual. Pada aplikasi ini, pimpinan melalui admin dapat memonitor seluruh aktivitas pengamatan yang dilakukan petugas dari waktu ke waktu dengan akurat.

Kedua, meningkatkan produktivitas pegawai. Dampak baik dari penggunaan aplikasi online yang disebutkan di atas juga dapat menjadikan petugas bekerja lebih produktif, kreatif dan melek teknologi. “Dengan demikian lebih banyak tugas yang dapat diselesaikan,” ujar Sigit.

Ketiga, kolaborasi internal menjadi lebih efisien. Koordinasi antar petugas maupun antar instansi dapat lebih cepat terlebih lagi dalam situasi pandemi saat ini. Aplikasi online sangat berguna di situasi seperti saat ini untuk memastikan bahwa pegawai tetap bekerja secara produktif. Untuk memudahkan pegawai dan meningkatkan kinerja pegawai di bidang teknologi, sehingga tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.

Menurut Sigit, aplikasi berbasis online ini dapat memudahkan seluruh instansi yang saling terkait untuk saling berkolaborasi/berkoordinasi mengenai laporan OPT. Bahkan,  petugas antar instansi juga dapat saling berbagi informasi melalui sistem ini.

“ Mereka tidak perlu bertemu secara langsung untuk mengonfirmasi sesuatu, karena mereka dapat mengeceknya sendiri melalui data real-time,” kata Sigit.

Sedangkan manfaat kelima dari aplikasi ini adalah sharing informasi lebih cepat. Artinya, setiap petugas dapat membagikan informasi ke orang-orang tertentu yang terkait dengan memasukkan nama mereka yang terhubung langsung ke email mereka. Orang yang diberikan akses akan mendapatkan notifikasi mengenai perubahan atau pembaruan apapun yang ada di sistem.

Sigit juga mengatakan, manfaat keenam adalah, mempercepat pengambilan tindakan. Sesuai rencana kedua aplikasi dapat terhubung (link) satu sama lain sehingga apabila ditemukan suatu daerah yang memiliki tingkat serangan tinggi berdasarkan hasil pengamatan di Silap OPT maka dapat segera dilakukan pengendalian dengan melihat rekomendasi pengendalian yang terdapat di DoNiTa.

“ Jadi, kita dapat membuat keputusan untuk pengambilan tindakan pengendalian berdasarkan pada data serangan OPT yang dilihat melalui data atau gambar peta yang telah memberikan notifikasi serangan tinggi (ditandai dengan warna merah),” paparnya.

Menurut Sigit, apabila terdapat daerah yang terinfestasi OPT baru maka dapat segera diantisipasi agar tidak merugikan. Data serangan OPT tersebut dapat ditandai dalam peta yang terdapat di Silap OPT.

Manfaat ketujuh, lanjut Sigit, menjaga Keamanan Data dan Sebagai Data Bank. Menyimpan data dalam sistem yang tersebar dalam beberapa database, sehingga data apapun yang dibutuhkan mengenai serangan OPT dapat tersimpan untuk beberapa tahun. Nah,  jika dibutuhkan hanya mengkonfirmasi ke yang bersangkutan untuk dibukakan datanya.

“ Kita dapat menentukan pengguna yang dapat mengakses data-data tertentu, sehingga tidak semua orang diberikan hak untuk mengaksesnya. Selain itu, berbagai kesalahan dan gangguan dapat diantisipasi dan diperbaiki dengan segera oleh administrator khusus karena sistem telah dikelola dengan berbasis web,” katanya.

Harapan kedepannya kedua aplikasi ini dapat berhasil dimanfaatkan dan berkesinambungan juga bias semakin berkembang (inovatif) sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan sehingga data dari lapangan bias langsung sampai ke pusat dengan cepat dan akurat. “ Kami harap, pengembangan pemanfaatan kedua aplikasi ini dapat segera mencapai 10 provinsi binaan BBPPTP Medan serta dapat diadopsi oleh instansi/UPT lain,” papar Sigit. 

Reporter : Yenni Asmar, Syahnen, Ida Roma dan Iin Suwita
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018