Monday, 19 October 2020


Kementan Lakukan Monev, Percepat Pembangunan Perkebunan Tahun 2020

09 Oct 2020, 10:56 WIBEditor : Indarto

Tim Monev kunjungi produsen benih perkebunan | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjenbun

Tim Monev juga memberikan bantuan benih cengkeh kepada Kelompok Tani Simomi Gam di Desa Marimabati Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Ditengah pandemi covid 19, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong dan memacu jajarannya untuk lebih sigap mempercepat  pelaksanaan serapan kegiatan tahun anggaran 2020 . Kementan melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) kegiatan di lapangan pada sektor pertanian termasuk perkebunan, secara tepat dan berkualitas untuk peningkatan kesejahteraan petani.

Sesuai arahan Menteri Pertanian kepada seluruh jajaran lingkup Kementan dalam Rapat Pimpinan 25 Juni 2020 lalu, agar segera mempercepat proses serapan kegiatan di lapangan. Berkaitan dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan bergerak cepat dengan membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) percepatan kegiatan pembangunan perkebunan tahun anggaran 2020 . Tim Monev ini melibatkan Tim Inspektorat Jenderal (ITJEN) dan Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

Tim Monev dibagi menjadi tiga periode. Periode I dimulai tanggal 2 - 6 Juli 2020 di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.  Periode II tanggal 7 -11 Juli 2020 di Provinsi Jawa Barat, Riau, Sumatera Selatan, Aceh dan Maluku Utara. Sedangkan pada periode III  dilakukan pada 12 -16 Juli 2020 lalu ,  di Provinsi Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur. 

Direktorat Tanaman Semusim dan Rempah sebagai tim Monev Ditjen Perkebunan berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini dengan mengunjungi Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Barat, Maluku Utara, dan Provinsi Lampung. Tugas tim Monev ini memonitoring dan evaluasi dengan meninjau secara langsung progres kegiatan yang dilaksanakan di provinsi tersebut.

“ Tim ini selanjutnya mengawal strategi-strategi percepatan kegiatan dan serapan anggaran, serta diakhiri penandatangan komitmen pelaksanaan kegiatan di Provinsi Lampung oleh Itjen, BPKP, Satker Daerah dan Ditjen Perkebunan,” kata Direktur Tanaman Semusim dan Rempah  Hendratmojo Bagus Hudoro mewakili Direktur Jenderal Perkebunan pada kegiatan monev tersebut, di Jakarta, Jumat (9/10).

Di Provinsi Sumatera Selatan, tim Monev Ditjen Perkebunan bersama Satker Daerah Kabupaten OKI dan Kabupaten OKU Timur melakukan kunjungan lapangan. Tim melihat progres kegiatan pembangunan komoditas tebu, khususnya kegiatan perluasan dan rawat ratoon dan selanjutnya melakukan diskusi bersama dengan Kepala Desa dan Kelompok Tani Tebu di dua kabupaten tersebut mendapat respon positif.

“Kami sangat antusias dan menyambut baik kehadiran tim Monev dari Pusat. Dengan dilakukannya diskusi dengan para petani diharapkan dapat memecahkan persoalan yang dihadapi petani tebu di Kabupaten OKI dan OKU Timur, “ kata Kepala Desa OKU Timur, Sapardi.

Sedangkan di Provinsi Jawa Barat, tim Monev melakukan kunjungan lapangan untuk melihat progres kegiatan pengembangan tebu di Kabupaten Subang dan mengunjungi Pabrik Gula Subang. Kemudian, dilanjutkan mengunjungi lokasi pengembangan serai wangi.

Pada kesempatan kunjungan di Provinsi Maluku Utara, tim Monev meninjau salah satu produsen benih di Desa Ake Diri,  Kabupaten Halmahera Barat yaitu CV. Nuada Maristika Jaya.

Tim Monev juga memberikan bantuan benih cengkeh kepada Kelompok Tani Simomi Gam di Desa Marimabati Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat. Bantuan benih ini merupakan bagian dari kegiatan rehabilitasi cengkeh  Direktorat Jenderal Perkebunan seluas 150 hektar (ha) di Kabupaten Halmahera Barat.

Sedangkan pada kunjungan di Provinsi Lampung, tim Monev berkesempatan berdiskusi bersama dengan Kelompok Tani Lada di Kab Tanggamus. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat progres kegiatan pengembangan komoditi lada.

" Kunjungan tim Monev juga  diapresiasi oleh anggota kelompok tani lada di Kabupaten Tanggamus. Mereka mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian dalam penyaluran bantuan dalam bentuk HOK rehabilitasi tanaman lada. Harapannya semoga dengan adanya bantuan ini dapat lebih meningkatkan antusias petani untuk mengembangkan serta meningkatkan produksi lada di Kabupaten Tanggamus. 

Hendratmojo Bagus Hudoro juga berharap,  dapat membantu meningkatkan stimulus Satker Daerah untuk mempercepat serapan anggaran kegiatan. Dengan begitu, realisasi  anggaran pada bulan Juli dan kedepannya, pada tahun 2020 ini sesuai dengan target yang ditetapkan.

 

Reporter : Dimas/Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018