Monday, 19 October 2020


Swasembada Gula Akan Tercapai Asalkan Ada Kebijakan yang Konsisten

14 Oct 2020, 12:55 WIBEditor : Indarto

Komoditas tebu | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjenbun

Hasil studi yang dilaksanakan di 6 PG di lingkungan PTPN 11 menunjukkan adanya prospek peningkatan produksi tebu secara signifikan.

 

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Swasembada gula yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan) sangat mungkin dilakukan. Swasembada gula akan tercapai apabila ada pemahanan yang sama antar stakeholder industri gula, keberpihakan pemerintah yang tegas, kebijakan yang konsisten dan menghilangkan kendala, terutama produksi dan tata niaga.

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Prof Irham mengatakan, sangat memungkinkan swasembada gula nasional. Selain butuh kebijakan konsisten dan pemahaman yang sama antar stakeholder industri gula, pemerintah masih ada peluang besar untuk meningkatkan produksi gula nasional dengan teknologi yang sekarang dikuasai petani.

“ Untuk mencapai swasembada gula, perlu program konsolidasi pemeliharaan tebu rakyat. Konsolidasi ini sangat penting sebagai prasyarat dalam peningkatan produktivitas dan rendeman tebu dan gula di masing-masing pabrik gula (PG),” kata Prof Irham, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Rabu (14/10).

Menurut Prof Irham, tujuan program konsolidasi pemeliharaan tebu rakyat untuk menjamin ketersediaan bibit berkualitas dan tepat waktu.  Kemudian, menjamin sistem bongkar ratoon yang optimal, memastikan sistem pengolahan lahan yang memenuhi standar,   menjamin ketersediaan dan penggunaan pupuk tepat waktu.

“Konsolidasi ini juga untuk memastikan waktu tebang dan cara penebangan yang memenuhi standar. Terjaminnya angkutan dari lokasi lahan menuju pabrik penggilingan, serta tercapainya pendapatan petani yang meningkat,” katanya.

Sedangkan pengelolaan konsolidasi tebu rakyat, lanjut Prof Irham, melalui upaya rekayasa sistem manajamen pengelolaan tebu milik petani dengan melibatkan PG secara aktif. Keterlibatan PG tersebut mulai dari pengelolaan lahan penanaman, pemupukan, pemeliharaan, tebang -angkut. Termasuk juga konsolidasi internasl PG dalam optimalisasi seluruh sarana yang dimiliki, seperti sarana riset.

Prof Irham menyebutkan, hasil studi yang dilaksanakan di 6 PG di lingkungan PTPN 11 menunjukkan adanya prospek peningkatan produksi tebu secara signifikan. Peluang tersebut diperoleh dari perbedaan rerata produktivitas petani dengan produktivitas tertingi yang dicapai petani di wilayah yang sama di masing-masing PG.

“ Apabila luas  tanam 6 PG sebanyak 33.562 ha (sawah 13.809 ha dan tegalan 19,753 ha), akan mendapat tambahan produksi gula sebanyak 91,74 ribu ton. Sedangkan, tambahan pendapatan gula dengan harga  Rp 9.700/kg di 6 PG sebesar Rp 831,6 miliar, dan  tambahan bagian PG (34 persen) Rp 282, 7 miliar,” katanya.

Menurut Prof Irham,  untuk mengatasi kendala di lapangan, upaya penyelasian masalah bisa dimulai  dengan perbaikan struktur permodalan usaha tani, dengan menyediakan kredit yang tepat waktu dan sasaran. Sasaran pertama kredit adalah untuk memperbaiki sistem penggunaan input (bibit dan pupuk).

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), Hendratmojo Bagus Hudoro memprediksi adanya kenaikan produksi gula pada tahun 2020. Prediksi tersebut, berdasarkan dari hasil taksasi tengah yang menyebutkan ada kenaikan tahun ini.

Berdasarkan  hasil hitungan produksi gula kristal putih pada Agustus 2020 mencapai 895.952 ton. Sehingga, pada akhir tahun 2020, total produksi gula diperkirakan mencapai 2,224 juta ton.

Menurut Bagus, kenaikan produktivitas tebu petani pada tahun ini menjadi salah satu faktor kenaikan produksi gula. Produktivitas taksasi tengah tahun ini mencapai 69,71 ton per hektar. Sedangkan tahun lalu sebesar 67,39 ton.  Sedangkan, total luas areal tanaman tebu tahun ini mencapai 413.186 hektare  (ha), dengan  tingkat rendemen 7,7 persen rata-rata nasional.

 

 

 

 

Reporter : Dimas/Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018