Saturday, 24 October 2020


Kopi Minang Rambah Timur Tengah

16 Oct 2020, 11:16 WIBEditor : Indarto

Komoditas kopi | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjenbun

Kopi Minang juga diminati pasar ekspor. Diantara pasar ekspor Kopi Minang adalah, Malaysia, Korea Selatan, Hongkong dan beberapa negara Timur Tengah.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Padang--- Setiap daerah di tanah air mempunyai komoditas kopi  unggulan dengan aroma dan rasa  yang khas  sesuai kondisi geografis daerahnya. Begitu juga di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) juga memiliki komoditas kopi khas daerah tersebut, berupa Kopi Minang. Kopi yang dibudidaya petani Sumbar ini sudah tembus pasar Timur Tengah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sumatera Barat, Ir. Syafrizal mengatakan, di tengah  pandemi covid 19, Kopi  Minang yang dibudidaya  petani makin berjaya. Sampai September 2020, volume ekspor Kopi Minang sudah tembus 275 ton, dan nilainya diperkirakan sebesar  Rp 6,45 miliar.

Syafrizal juga mengatakan, selain dijual di pasar lokal, Kopi Minang juga diminati pasar ekspor. Diantara pasar ekspor Kopi Minang adalah,  Malaysia, Korea Selatan, Hongkong dan beberapa negara Timur Tengah.

“ Kopi Minang sudah dikenal pasar dan berpeluang untuk dilakukan peningkatan akses pasar, khususnya ekspor di tengah pandemic covid 19,” ujar Syafrizal, di Padang, Jumat (16/10).

Menurut Syafrizal, dengan dukungan dan inisiasi  kegiatan business matching antara pelaku usaha/ eksportir kopi dengan kelompok tani Kopi Minang, Sumbar pada  6-7 Oktober 2020, lalu  di Kota Padang, diharapkan mampu membuka pasar ekspor Kopi Minang lebih luas lagi.

 “Kami sangat menyambut baik pelaksaaan kegiatan ini. Business matching menjadi momentum penguatan pasar kopi di Sumbar,  yang saat ini mengalami beberapa kendala pasar. Dengan adanya kegiatan ini,  kami harap ekspor kopi Sumatera Barat akan meningkat signifikan,” papar Syafrizal.

Syafrizal mengatakan, pihaknya mendukung Ditjen  Perkebunan dalam akselerasi peningkatan ekspor komoditas perkebunan di Sumatera Barat, khususnya kopi yang tersebar di tujuh sentra produksi kabupaten. Seperti, Agam, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Pasaman, 50 Kota dan Pasaman Barat.

Acara yang cukup bergengsi ini dihadiri sejumlah pelaku usaha. Diantaranya, pelaku usaha/ eksportir kopi dari Bandung, PT Surya Indo Singa, yang sudah lebih dari tiga tahun menjalankan usaha ekspor kopi ke sejumlah negara.

Direktur Utama PT Surya Indo Singa,  Lily Ratnasari yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, ditengah pandemi ini permintaan kopi masih terus berdatangan, meskipun volumenya belum signifikan.

 “ Dalam waktu dekat saya mendapat order ekspor dari Korea dan Eropa dari jenis kopi robusta dan arabika. Karena itu, saya mengharapkan mendapat pasokan kopi dari Sumatera Barat,” papar Lily.

Akselerasi Ekspor Kopi

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ir. Dedi Junaedi, M.Sc menyatakan,  ditengah kondisi perekonomian Indonesia yang defisit 5,32 persen, sub sektor perkebunan tumbuh positif  dan menjadi jaminan pemulihan ekonomi nasional dari sektor pertanian. Tercatat PDB sektor Pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan II tahun 2020.

Menurut Dedi, dari sisi volume ekspor  kopi saat ini mengalami peningkatan sebesar 12 persen jika dibandingkan triwulan II tahun 2019. “Ini menjadi angin segar bagi pengembangan komoditas perkebunan Indonesia terutama Kopi Minang, Sumatera Barat,” ujar Dedi Junaedi.

Dedi berharap, ke depan ada komitmen bersama antara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Ditjen. Perkebunan dan para pelaku usaha dalam mengakselerasi peningkatan ekspor komoditas kopi.  Selain itu, secara bersama-sama memperbaiki rantai pasok kopi, mutu produk, nilai tambah dan memperkuat kemitraan petani.

Pada kegiatan business matching ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan (Kemendag). Diharapkan, Kemendag akan terus mendorong akses pasar kopi Indonesia , melalui promosi serta penyederhaan tata niaga dan prosedur-prosedur ekspor.

 Direktur Jenderal Perkebunan Kementan,  Kasdi Subagyono mengucapkan selamat kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Sumbar atas pelaksanaan business matching ini. Melalui kegiatan tersebut akan mendorong mensukseskan peningkatan ekspor komoditas perkebunan Indonesia,  utamanya produk kopi dalam rangka akselerasi program Gratieks yaitu gerakan tiga kali  lipat ekspor hingga tahun 2024.

 “ Kami akan terus memfasilitasi petani untuk memberikan bantuan sarana alat pasca panen dan pengolahan agar menghasilkan produk kopi bernilai tambah tinggi, juga dalam hal pembinaan dan pendampingan petani,” kata Kasdi.

Menurut Kasdi, saat ini hanya tercatat Kopi Bareh Solok di tahun 2018 (dikenal dengan Sumatera Arabica Minang Solok) yang memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG). “Karena itu  kami mendorong penetapan kopi-kopi di Sumatera Barat lain yang memiliki kekhasan dari sisi geografis yang dihasilkan melalui perbedaan rasa dan aroma,” ujarnya

Kasdi juga mengatakan, ada potensi jenis kopi Sumbar yang diperdagangkan dengan nama dagang Solok Rajo, Lasi, Robusta/Arabica Equator Talu, Kopi Kajai Spesialty, Charmintoran Coffee, Kopi Payo dan lain-lain untuk mendapat pengakuan spesifik dari (IG). Pengakuan IG pada suatu produk diyakini akan membawa banyak dampak positif, terutama dari segi aspek perekonomian dan sosial, seperti mampu menghasilkan produk berday saing dan pada akhirnya mandongrak nilai jual suatu produk secara signifikan.

Dalam temu bisnis tersebut juga dilakukan  penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoU) kemitraan pemasaran Kopi Minang, Sumbar antara PT Surya Indo Singa dengan 16 Ketua Kelompok Tani Kopi Minang dari Kabupaten Solok Selatan, Pasaman Barat, Solok, 50 Kota, Agam, dan Tanah Datar. MoU isaksikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kasubdit Pemasaran Hasil, Kelapa Seksi Pemasaran Internasional dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, beserta jajarannya. 

 

Reporter : Dimas/Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018