Friday, 27 November 2020


Agar Bernilai Tambah, Dorong Petani Kelapa Lakukan Hilirisasi

26 Oct 2020, 10:34 WIBEditor : Indarto

Kopra putih | Sumber Foto:Dok. Istimewa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Komoditas kelapa memiliki potensi yang besar untuk mendorong ekonomi masyarakat.  Seperti di Indragiri Hilir (Inhil), komoditas kelapa umumnya dikelola petani kecil.  Agar petani kelapa memiliki nilai tambah, pemerintah kabupaten (Pemkab) Inhil mendorong mereka untuk melakukan hilirisasi dan diversifikasi usaha.

Bupati Inhil, H.M. Wardan mengatakan,  kelapa yang ditanam petani Inhil hamparannya cukup luas, sekitar 340.774 ha (kebun rakyat). Dari luasan lahan kelapa tersebut, ada sebanyak 16.166 ha berupa tanaman yang belum menghasilkan. Kemudian seluas 264.435 ha berupa tanaman yang sudah menghasilkan. Bahkan, dari luasan lahan kelapa tersebut, terdapat 60.172 ha lahan kebun kelapa yang sudah tua dan rusak.

“ Karena itu, kami punya tantangan untuk mengembangkan komoditas kelapa di Inhil ini dari hulu-hilir,” ujar H. Wardan, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Senin (26/10).

Menurut Wardan, umumnya petani Inhil menaman kelapa dalam, dan sebagian  lagi kelapa hibrida dengan produktivitas 1,20 ton/ha/tahun. Artinya, produktivitasnya lebih tinggi dibanding produktivitas kelapa secara nasional 1,11 ton/ha/tahun.

“ Naiknya produktivitas kelapa yang ditanam petani salah satunya diaplikasinya bibit unggul yang telah disediakan pemerintah. Di sini juga sudah ada penangkar yang bersetifikat, kebun induk seluas 25 ha dan blok penghasil tinggi seluas 697,5 ha,” papar Wardan.

Data Pemkab Inhil menyebutkan, jumlah poduksi kelapa sebanyak 317.116,871 ton/tahun.  Pemkab Inhil terus mendorong petani dan pelaku usaha untuk melakukan hilirisasi dan diversifikasi usaha.

Menurut Wardan, sudah ada keklompok tani yang mengembangkan virgin coconut oil (VCO) di sejumlah daerah. Diantaranya, di Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri.  Kemudian, di Desa Sialang Panjang, Kecamatan Tambilahan Hulu, Kelurahan Tambilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan

“ Ada juga yang sudah mengembangkan usaha kopra putih, di Desa Beringin Mulya, Kecamatan Teluk Belengkong. Kemudian di Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas. Di Kelurahan Tembilahan Hilir, kecamatan Tembilahan juga banyak yang mengolah kelapa menjadi kopra putih,” paparnya.

Dalam berbagai kesempatan, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono mengatakan, untuk meningkatkan agribisnis kelapa tak cukup hanya meningkatkan produksi, produktivitas dan nilai tambah. “ Selain meningkatkan nilai tambah, diperlukan kemitraan produksi dan pemasaran untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia,” ujarnya.

Menurut Kasdi, untuk memudahkan pemasaran produk kelapa yang dikelola petani, Ditjen Perkebunan juga melibatkan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC). Kehadiran ITPC ini diharapkan,  mampu membuka dan memperluas akses pasar produk pertanian Indonesia.

Kasdi juga mengatakan, pihaknya  terus melakukan upaya akselerasi peningkatan ekspor tiga kali lipat (Gratieks) melalui peningkaran produksi, nilai tambah dan daya saing (Grasida). Hal  tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  (SYL) pada peringatan Hari Tani Nasional.

Dalam menghadapi wabah covid 19 ini, SYL meminta semua pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam menguatkan sektor pertanian. Sektor pertanian telah terbukti menjadi penopang utama ekonomi nasional. Di saat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 5,3 persen, sektor  pertanian menjadi satu-satunya yang tumbuh positif sebesar 2,19 persen. 

Sementara itu Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dedi Junaedi mengatakan, tantangan pengembangan kelapa nasional tidak hanya persoalan produktivitas tetapi juga nilai tambah yang butuh perhatian besar.

“ Pada masa pandemi covid 19, kebutuhan produk olahan kelapa seperti VCO semakin meningkat karena memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh. Hal yang sama juga terjadi pada sabut kelapa yang memiliki potensi sangat besar untuk bahan baku industri jok, dashboard kendaraan, media tanaman dan alat rumah tangga lainnya,” kata Dedi.

 

 

 

 

 

Reporter : Dimas/Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018