Thursday, 03 December 2020


Berkat Kemitraan, Petani Sawit Dapat Harga TBS Lebih Baik

28 Oct 2020, 15:18 WIBEditor : Indarto

Petani swadaya | Sumber Foto:Dok. Istimewa

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Petani sawit swadaya yang sudah melakukan kemitraan dengan perusahaan atau industri sawit akan mendapapatkan kepastian harga tandan buah segar (TBS) lebih baik. Kemitraan juga memberi dampak positif bagi petani sawit swadaya dalam mengelola kebunnya ke arah budidaya sawit berkelanjutan.

H. Sutoyo, salah satu petani sawit swadaya dari Riau mengatakan, kemitraan dengan perusahaan memberi banyak manfaat ke petani. Dengan kemitraan, petani sawit tahu cara merawat kebun dengan baik, dan mendapat pembinaan dari perusahaan (Asian Agri).

“ Kalau sebelum melakukan kemitraan, semua TBS dijual ke tengkulak. Saat ini semua TBS sudah dijual ke mitra dengan harga lebih tinggi,” kata Sutoyo, dalam sebuah webinar, di Jakarta, Rabu (28/10).

Sutoyo yang juga Ketua Asosiasi Petani Sawit Anugrah mengaku, pada dasarnya petani swadaya yang tergabung dalam asosiasi semuanya mengembangkan kebun plasma.  Petani mulai tanam sawit pada tahun 2006, bahkan pada tahun 2014 petani belum punya mitra.

“ saat itulah kami mencari solusi dan bermitra dengan Asian Agri. Perusahaan pun menerima dengan tangan terbuka, dengan syarat ada koordinat lokasi dan surat tanda daftar budidaya (STDB). Saat itu kami hanya satu kelompok dengan luasan sekitar 70 ha,” kenang Sutoyo.

Lantaran, kemitraan tersebut berjalan dengan baik dan menguntungkan petani, lanjut, Sutoyo, banyak keinginan petani dan kelompok tani lainnya untuk bergabung (bermitra). “ Ketika itu ada 16 kelompok tani, dan pada tahun 2016 para petani  bergabung dalam Asosiasi Petani Sawit Swadaya Anugrah dengan luas lahan sekitar 750 ha,” paparnya.

Sutoyo mengatakan,  dengan kemitraan tersebut petani dapat harga TBS yang lebih baik. Kemudian kelembagaan petaninya juga diperkuat di bawah binaan Asian Agri.  “Kami semua senang dengan adanya kemitraan yang menaungi 294 kepala keluarga (KK) ini,” ujarnya.

Dalam berbagai kesempatan, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dedi Junaedi mengatakan, terus mendorong petani (pekebun) untuk melakukan kemitraan. Sebab,  dengan bermitraan, petani akan mendapatkan kemudahan akses pasar.

“ Kemitraan juga mendorong terwujukan budidaya sawit yang berkelanjutan. Dengan kemitraan tata kelola budidaya sawit akan jauh lebih baik. Selain itu, pemerintah juga fokus ke pemberdayaan petani sawit dan penguatan kelembagaannya,” pungkas Dedi.

 

 

 

 

 

Reporter : Dimas/Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018