Friday, 27 November 2020


Tiga Perusahaan Sawit Berdayakan Petani Melalui Program Smile

28 Oct 2020, 15:22 WIBEditor : Indarto

Program Smile | Sumber Foto:Dok. Istimewa

SMILE berupaya untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan petani swadaya melalui kemitraan .

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM--- Kao, Apical Grup, dan Asian Agri bersinergi meluncurkan program SMILE atau Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerement dalam rangka membantu petani swadaya. Tiga perusahaan industri kelapa sawit ini juga komitmen membantu petani kecil  dalam meningkatkan produktivitas, memperoleh sertifikasi internasional, dan mendapatkan premi dari penjualan minyak sawit yang bersertifikat.

Presiden Apical Grup, Dato’ Yeo How mengatakan, inisiatif  yang berlangsung 11 tahun ini berupaya untuk membangun rantai pasok yang ramah lingkungan melalui kerja sama dengan petani swadaya yang telah berkontribusi lebih dari 28 persen dari pasar minyak sawit Indonesia. SMILE akan melaksanakan aktivitas sesuai dengan kerangka kerja RSPO dan memastikan ketertelusuran hingga ke perkebunan kelapa sawit untuk membangun rantai pasok yang ramah  lingkungan dan sosial.

” SMILE berupaya untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan petani swadaya melalui kemitraan dan memperluas lingkup keberhasilan Asian Agri yang telah membangun kemitraan jangka panjang bersama petani,” jelas Dato, dalam webinar, di Jakarta, Rabu (28/10).

Managing Director Asian Agri, Kelvin Tio mengatakan hal senada. Menurut Kelvin,  banyak tantangan yang dihadapi petani swadaya sebagai pelaku usaha dalam meningkatkan produktivitas kebun mereka. Salah satunya dikarenakan terbatasnya pengetahuan dan kemampuan teknis petani sawit.

Dalam kesempatan tersebut, Managing Executive Office Kao Corp Managing Executive Office Kao Corp, Negoro Masakazu mengatakan, Kao bekerjasama dengan RSPO sejak tahun 2007  untuk keberlanjutan. “ Tanpa sertifikat RSPO petani tak akan mendapatkan harga premium minyak sawit yang dijualnya. Karena itu, petani sawit didorong untuk mendapatkan sertifikasi RSPO hingga tahun 2030. Setelah disertifikasi, petani akan memenuhi syarat dalam menerima premium minyak sawit bersertifikat,  rata-rata 5 persen lebih tingi dibandingkan minyak sawit yang tidak bersertifikat,” paparnya.

Chief Operating Officer RSPO, Bakhtiar Talhah mengapresiasi perusahaan sawit seperti Kao, Apical dan Asian yang telah membantu petani mendapatkan sertifikasi RSPO melalui peningkatan kapasitas, praktik perkebunan terbaik, atau pembelian kredit RSPO.  “ Melalui semangat dan tanggung jawab bersama, kami mengundang lebih banyak perusahaan untuk memperjuangkan standar petani swadaya RSPO yang baru untuk meningkatkan keterlibatan petani dalam agenda keberlanjutan  dan dalam rangka meningkatkan mata pencaharian mereka,” kata Bakhtiar.

Sebagai bagian dari persyaratan RSPO dan komitmen perusahaan dalam membantu masyarkat mewujudkan UN Sustainable Development Goals (SDGs), SMILE mengikutsertakan inisiatif yang mempromosikan inklusivitas dan peningkatan mata pencaharian melalui pemberdayaan masyarakat.  SMILE akan menawarkan kesempatan bagi petani, untuk meningkatkan produktivitas dengan mengaplikasikan praktik budidaya pertanian yang baik dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan perlindungan sosial serta lingkungan yang lebih baik.

 Tujuan dari program ini adalah meningkatkan taraf hidup petani swadaya melalui peningkatan produktivitas tanpa deforestasi, tanpa lahan gambut, dan tanpa eksploitasi. Melalui pelaksanaan SMILE, ketiga perusahaan akan secara rutin melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti LSM, lembaga nirlaba, dan tokoh masyarakat untuk memastikan pelatihan yang kompeten. Kemudian, alokasi peralatan yang memadai, dan penyaluran kebutuhan yang tepat waktu di tingkat kebun dan masyarakat, serta optimalisasi kolaborasi dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan dan dapat dilacak.

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018