Saturday, 16 January 2021


Cegah Karhutla dengan Desa Mandiri Cegah Api

17 Dec 2020, 17:13 WIBEditor : Yulianto

Desa mandiri cegah api | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kebakaran hutan dan lahan kerap terjadi di Indonesia. Salah satu upaya mitigasi mencegah kebakaran hutan dan lahan adalah mengajak masyarakat sekitar hutan untuk berpartisipasi. Misalnya dengan membangun komunitas Desa Mandiri Cegah Api (DMCA).

Shamsuddin Muhammd, CEO Minamas Plantation mengatakan, bekerjasama dengan masyarakat di sekitar perkebunan sawit membuat DMCA , bukan hanya mengurangi kebakaran hutan, tapi dapat menaikkan taraf hidup penduduk.  Saat ini  pihaknya sudah membangun 34 DMCA di enam provinsi seluruh Indoensia, dan terakhir di Kecamatan Marau.

“DMCA ini kita mengajak masyarakat ikut serta mencegah kebakaran lahan. Kita juga memberikan reward bagi masyarakat yang dapat mengurangi kebakaran secara drastis,” kata Shamduddin saat webinar Startegi Multipihak Industri Sawit Cegah Karhutla yang digelar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan), Kamis (17/12).

Kegiatan DMCA menurut Shamsuddin Misalnya dengan kegiatan pertanian dan peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Misalnya memberikan pelatihan masyarakat budidaya hidroponik. Untuk kegiatan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Universitas Riau, Universitas Jambi, Univesitas Sriwijaya, Universitas Palangka Raya dan Universitas Lambung Mangkurat.

“Selain karena faktor cuaca yang bagus, sehingga resiko karhutla berkurang. Sistem kita  dengan DMCA yang bekerjasama dengan masyarakat sekeliling kebun sawit membantu mencegah karhutla tahun ini,” tuturnya.

Replikasi DMCA

Sementara itu Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono mengakui, jika model DMCA baik, maka pemerintah tak segan untuk mereplikasikan sebagai salah satu raw model mencegah karhutla, apalagi lokasinya di lahan gambut. “Ini bisa menjadi model yang bisa direplikasi. Di Indonesia banyak wilayah yang memiliki lahan gambut dan sudah terintervensi perkebunan sawit,” katanya.

Menurutnya, Badan Litbang Pertanian bersama Bappenas telah membuat kajian di Kalimantan Tengah dalam mencegah karhutla melalui intensifikasi budiaya tanaman dekitar perkebunan. Salah satunya mengajak masyarakat membudidayakan tanaman sela di sekitar kebun karet. Dengan demikian, masyarakat bisa menambah pendapatan dalam waktu singkat dari budidaya nenas.

“Kami usulkan ada tindakan yang sifatnya preventif mencegah karhutla dengan  memberdayakan lahan milik petani untuk dikelola. Jadi tidak hanya monokultur sawit, tapi diintegrasikan dengan tanaman lain yang memungkinkan,” kata Kasdi.

Intervensi tanaman sela tersebut, bukan hanya pada lahan perkebunan yang sudah ditanami. Namun, juga pada lahan terbengkalai atau tidak segera dibuka untuk perkebunan sawit. Intervensi tanaman sela itu, bisa tanaman pangan ataupun hortikultura. Dengan cara ini Kasdi berharap, masyarakat juga akan menjaga lahan dan kebun. Karena tidak mungkin setelah ada tanaman, mereka akan membakar kebun/lahan.

Kasdi menegaskan, strategi yang pemerintah lakukan untuk mengatasi karhutla adalah jangan sampai mengganggu industri sawit. Sebab, saat perkebunan sawit tidak lepas dari pembukaan lahan. “Kami juga berharap perusahaan multinasional sawit bisa memfasilitasi supaya dalam mengelola laghan tidak tebang-bakar, tapi sesuai kaidah yang berlaku,” katanya.

Dalam mengatasi karhutla, Ditjen Perkebunan telah melakukan beberapa upaya. Menurut Kasubdit Gangguan Usaha, DPI dan Pencegahan Kebakaran Ditjen Perkebunan, Iswanto, pemerintah sudah membentuk Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di daerah rawan kebakaran dan membentuk Brigade Kebakaran Lahan Perkebunan (Karlabun).

“Saat ini sudah 71 brigade yang berada di provinsi dan kabupaten dan 142 KTPA. Kami telah memfasilitasi parasana dan saran bagi Brigade dan KPTA  untuk mengendalikan kebaran kebun dan lahan,” katanya.

Bahkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk mencegah pembakaran lahan, pemerintah memberikan bantuan kopi liberika pada KPTA. Harapannya dengan bantuan bibit kopi, petani akan menjaga dan merawat lahannya. “Bersama dengan Ditjen PSP kami juga memberikan bantuan traktor roda dua dan empat yang dikelola Brigade Alsintan di kabupaten,” tuturnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018