Saturday, 16 January 2021


Konsumsi Kopi, Cerah di Tengah Kelam Korona

12 Jan 2021, 09:52 WIBEditor : Yulianto

Konsumsi kopi dalam negeri terus meningkat | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Di tengah kelam pandemi Covid-19, porsi konsumsi kopi dalam negeri terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi permintaan tersebut, Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) mendorong petani kopi memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang pemerintah pemerintah untuk meningkatkan produksi.

Ketua Umum Dekopi, Anton Apriyantono mengatakan, petani saat ini tengah bergairah meningkatkan produksi kopi walaupun ada pandemi Covid-19. Diperkirakan konsumsi kopi masyarakat tumbuh sekitar delapan persen per tahun.

“Karena banyaknya gerai kafe yang bermunculan. sangat membantu peningkatan konsumsi kopi dalam negeri," ujarnya kepada Sinartani di Jakarta.

Kondisi tersebut menurut Anton mengubah pasar kopi. Jika sebelumnya lebih banyak untuk ekspor kini beralih untuk dalam negeri. “Sekarang kemungkinan besar sudah berbalik. Ekspor kita trennya turun karena permintaan dalam negeri terus naik,” katanya.

Anton mengatakan, faktor lain menurunnya ekspor itu juga karena adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan penjualan tidak begitu lancar. Namun demikian ia berharap tahun 2021 ini bisa lebih stabil dibandingkan 2020 yang cenderung menurun.

Mantan Menteri Pertanian itu mengakui, ekspor kopi sudah berjalan ke sejumlah negara. Tercatat, dari sekitar 600 ribu ton/tahun produksi kopi nasional, sebanyak 60 persen untuk memenuhi pasar ekspor. Pasar tujuan ekspor komoditas kopi tersebut adalah Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, China, Rusia, dan Timur Tengah.

Sejumlah negara tujuan ekspor tersebut banyak yang berebut kopi dari Indonesia. Mengingat, kualitas kopi yang dihasilkan petani seperti kopi robusta cukup bagus. “Selama ini ekspor didominasi dalam bentuk green bean atau kopi mentah. Tapi kini ekspor kopi tidak lagi didominasi jenis green bean, namun kopi olahan sachet. Kopi sachet ternyata diminati di berbagai negara Asia,” tuturnya.

Sedangkan pesaing ekspor kopi Indonesia adalah Brazil, Vietnam dan Colombia.  Bahkan, sejumlah negara seperti China, Afrika (Etiopia dan Kenia) saat ini juga sudah mulai masuk ke pasar dunia. Indonesia saat ini berhadapan langsung dengan Vietnam yang produktivitasnya tinggi.

Produk kita hampir 75 persenkopi robusta, kita berhadapan lansung dengan Vietnam yang produktivitasnya tinggi,” ujarnya.

Volume ekspor kopi ke sejumlah negara dari tahun 2016 sampai 2017 mengalami peningkatan sebanyak 467,79 ton. Sedangkan negara tujuan ekspor adalah USA, Malaysia, Jepang, India, Mesir, Inggris, Belgia, Italia, dan Rusia. Umumnya, kopi yang diekspor dalam berupa biji kopi robusta dan arabika.

Reporter : Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018