Sunday, 11 April 2021


Tingkatkan Kualitas SDM, Politeknik LPP 'Kawin Massal' dengan Industri Sawit

27 Feb 2021, 22:41 WIBEditor : Yulianto

Penandatanganan MoU LPP dengan Aprobi dan Apolin | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Di tengah tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang makin kompetitif sesuai bidangnya, industri kelapa sawit menggelar kawin massal dengan SDM Politeknik LPP Yogyakarta.

Kawin massal atau link and match disepakati dalam Memoradum of Understanding (MoU) antara Apolin (Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia) dan Aprobi (Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia). MoU berlangsung di Kampus Politeknik LPP Yogyakarta, Sabtu (27/2).

Penandatanganan MoU dilakukan Muhamad Mustangin, Direktur Politeknik LPP Yogyakarta dengan  Rapolo Hutabarat, Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) dan MP Tumanggor, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI).

Skema MoU dengan Aprobi ada tujuh bidang yakni, penyusunan kurikulum pendidikan, pengiriman dosen tamu, program magang, penyerapan lulusan, program beasiswa, training dosen dan sertifikasi kompetensi. Sedangkan MoU dengan Apolinada empat bidang yakni, penyusunan kurikulum pendidiakn, pengiriman dosen tamu, program magang dan training dosen.

Penandatanganan MoU ini disaksikan secara virtual disaksikan kalangan pemerintah dan asosiasi sawit. Diantaranya, Musdhalifah Machmud (Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian), Wikan Sakarinto (Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Andriah Feby Misna (Direktur Bioenergi, Kementerian ESDM) dan Edy Wibowo (Direktur Penyaluran Dana BPDPKS.

Sedangkan dari pihak indutri hadir, Mohammad Abdul Ghani (Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Irma Rachmania, Ketua Bidang Pemasaran Dan Promosi Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dan jajaran pengurus APOLIN maupun APROBI. Sementara perwakilan petani sawit hadir Ir.Gulat ME Manurung (Ketua Umum DPP APKASINDO).

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud mengatakan, dengan MoU ini akan ada link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).   Khususnya akan mendorong peningkatan kualitas SDM.

“Link and match atau pernikahan massal ini merupakan sinergi yang saling membutuhkan untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompetitif,” katanya saat memberikan sambutan.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto  juga menyambut baik kerjasama antara dunia usaha dan lembaga pendidikan di sektor perkebunan karena sangat strategis. Bahkan dapat meningkatkan kemampuan tidak sebatas pangan melainkan energi terbarukan.

“Ke depan, generasi muda harus diyakinkan bahwa sektor pertanian maupun perkebunan ini sangat menjanjikan. Disinilah, LPP Yogyakarta dapat memainkan peranan sebagai politeknik penggerak. Perlu kampanye oleh LPP dan lembaga pendidikan SDM perkebunan lainnya,” tutur Wikan.

Sementara itu Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Muhamad Mustangin berharap, penandatanganan MoU mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di Politeknik LPP sehingga menghasilkan lulusan sesuai tuntutan dunia kerja khususnya hilir kelapa sawit. Sementara itu, sektor industri khususnya hilir kelapa sawit akan memperoleh sumber daya manusia sesuai kapasitas dan kapabilitas yang diharapkan.

Dengan MoU Mustangin juga berharap pihaknya akan memiliki kurikulum sejalan kebutuhan industri hilir sawit, sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri. Selain itu, mahasiswa akan memperoleh tempat magang, sehingga mereka mengetahui proses produksi di dalam industri.

“Harapan kami juga nantinya ada tenaga pengajar dari APROBI dan APOLIN yang berbagi pengetahuan dan update informasi, sehingga dapat memperkaya materi dan sistem pengajaran,” ujarnya.

Menjawab Tantangan Zaman

Ketua Umum APOLIN, Rapolo Hutabarat menilai, MoU ini sangat strategis, mengingat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dari segala aspeknya merupakan keharusan bagi setiap bangsa dalam menjawab berbagai tantangan pada masa mendatang.

Apalagi lanjut dia, permintaan produk dasar oleochemical Indonesia juga terus meningkat setiap tahunnya. Industri oleochemical di Indonesia saat ini memiliki kapasitas 11,3 juta ton per tahun. Adapun produk oleochemical saat ini terdiri dari lima kelompok utama, fatty acid, fatty alcohol, metil ester, gliserol dan soap noodle.

"Melihat permintaan global yang tumbuh positif, kami dari Apolin mengajak perguruan tinggi  bersama-sama mencari, menggali dan mengembangkan berbagai teklongi unggul dan beragam untuk produk olechemical yang sangat dibutuhkan industri global," ujar Rapolo.

Ketua Bidang Pemasaran dan Promosi Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Irma Rachmania mengatakan, penandatanganan kerjasama sangat penting baik Poltek LPP Yogyakarta dan APROBI untuk memperkuat kompetensi dan daya saing lulusannya.

MoU tersebut merupakan bagian penting kedua pihak. Bagi APROBI akan mendapatkan dukungan tenaga kerja yang handal. Sedangkan pihak Politeknik LPP, lulusannya akan mendapatkan saluran tenaga kerja.

“Perjanjian ini semakin mendukung industri sawit khususnya energi terbarukan. Kerjasama ini meningkatkan daya saing industri dan terutama kesejahteraan Indonesia,” ujar Irma seraya berharap, MoU ini semakin memperkuat kerjasama baik APROBI dan LPP Yogyakarta.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018