Sunday, 11 April 2021


Cara Membentuk Korporasi Pekebun, Apa Untungnya?

02 Mar 2021, 14:59 WIBEditor : Ahmad Soim

Petani Kakao di Selawesi | Sumber Foto:Dok Sinar Tani

 Korporasi Petani Pekebun dikembangkan di 50 kabupaten yang tersebar di  30 provinsi pada 2020-2024.  Dengan berkoporasi, usaha pekebun akan lebih terlindungi dan keuntungannya meningkat.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian merencanakan pengembangan korporasi petani pada 2020-2024.  Calon major project  direncanakan terdapat di 50 kabupaten yang dilaksanakan di 30 provinsi di Indonesia.  Kegiatan yang dilakukan dari mulai persiapan pembentukan korporasi hingga ke tahap pemandirian korporasi.

 

Tahap persiapan dilakukan pada  tahun pertama.  Dalam persiapan pembentukan korporasi, hal-hal yang akan dilakukan pada tahun I  adalah: (a)Proses pembentukan dan pengenalan bisnis kluster; (b) Penyiapan infrastruktur pendukung; (3)Konsolidasi petani, pelaku bisnis lain dan kelembagaan petani; (d) Pelatihan dan bimbingan teknis; (e) Penentuan target pasar /off taker; (f) Penyusunan business plan; (g) Penyiapan dan penguatan kelembagaan koperasi.

 

Pada Tahun kedua, kegiatan yang dilakukan adalah pembentukan korporasi petani. Pada tahap pembentukan korporasi petani, kegiatan yang dilakukan adalah: (a) Implementasi  business plan; (b) Implementasi mesin dan peralatan; (c)  pelaksanaan Coaching manajerial dan kewirausahaan; (d)  Kesepakatan kelembagaan korporasi; (e) Pendirian perusahaah korporasi petani; (f) Pengurusan Perijinan; (g) Perluasan target pasar; dan (h) Pembukaan akses pembiayaan.

 

Pada Tahun ketiga mulai dilakukan Pengembangan usaha korporasi petani, yang terdiri dari: (a)  Implementasi business plan; (b)Optimalisasi komitmen stakeholder; (c) Perluasan target pasar; (d) Diversifikasi usaha korporasi petani; (e)Peningkatan akses pembiayaan dan (f) Peningkatan Jejaring Kemitraan

 

Pada Tahun keempat, dilakukan Pemandirian Korporasi Petani.  Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah: (a) Optimalisasi komitmen stakeholder; (b) Pengembangan diversifikasi usaha korporasi petani; (c) Peningkatan akses pembiayaan; dan (d) Peningkatan jejaring kemitraan

 

Pengembangan Korporasi Petani

 

Pada tahun 2020, kegiatan yang telah dilakukan adalah pembinaan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, dengan komoditas yang dikembangkan adalah kopi. Korporasi Kopi yang telah terbentuk di Kabupaten Bandung adalah PT. Java Preanger Lestari Mandiri, namun infra struktur  baru akan dibangun pada tahun 2021.  Sedangkan untuk Korporasi Kakao Kolaka Utara, infra struktur telah dibangun pada 2020, sedang pembentukan kelembagaan  baru akan dimulai  tahun 2021.

 

Untuk tahun 2021, Ditjen Perkebunan telah mengalokasikan anggaran untuk calon major project  di 8 Provinsi.

Kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Kolaka Utara adalah : (a) Peremajaan kakao 1500 ha; (2) Penerapan pengendalian hama terpadu OPT Kakao  50 Ha; (c) Sarana Pasca Panen Tanaman Kakao 6 unit; (d) Sarana Fasilitasi Pengolahan Cokelat 2 unit; (e) Prasarana Pasca Panen Tanaman Kakao 6 unit; (f) Prasarana Fasilitasi Pengolahan Cokelat 2 unit.

Kegiatan yang dilakukan pada Korporasi Petani Aren di Kab.Lebak adalah (a) Sarana Fasilitasi Pengolahan Aren 2 unit; dan (b) Prasarana Fasilitasi Pengolahan Aren   2 unit;

Kegiatan yang dilakukan pada Korporasi Petani Kelapa di Kab. Purbalingga adalah: (a) Peremajaan Tanaman Kelapa 100 ha; (b) Sarana Fasilitasi Pengolahan Kelapa           4 unit; (c) Prasarana Fasilitasi Pengolahan Kelapa 4 unit.

Kegiatan yang dilakukan pada Korporasi Petani Lada di Kabupaten Bangka Selatan adalah: (a) Penerapan Pengendalian Hama Terpadu OPT Lac. 50 ha; (b) Perluasan Tanaman Lada 100 ha; (c) Rehabilitasi Tanaman Lada 200 ha; dan (d) Intensifikasi Tanaman Lada 500 ha.

Kegiatan yang dilakukan pada Koperasi Petani Kopi Kab. Tana Toraja   adalah: (a) Peremajaan Tanaman Kopi Arabika 200 ha; (b) Sarana Pasca Panen Tanaman Kopi 1 unit; (c) Sarana Fasilitasi Pengolahan Kopi 3 unit; (d) Prasarana Pascapanen Tanaman Kopi  1 unit; dan  (e) Prasarana Fasilitasi Pengolahan Kopi 3 unit.

Kegiataan yang dilakukan pada Korporasi Petani Kelapa di Kabupaten Halmahera Utara adalah: (a) Peremajaan Tanaman Kelapa 100 ha; (b) Sarana Pasca Panen Tanaman Kelapa 2 unit; (c) Sarana Fasilitasi Pengolahan Kelapa 1 unit; (d) Prasarana Pasca Panen Tanaman Kelapa 2 unit; (e) Prasarana Fasilitasi Pengolahan Kelapa 1 unit; (f) Pemeliharaan Kebun Induk Tanaman Kelapa  Tahun 8, 5 ha.

Kegiatan yang dilakukan pada Korporasi Petani Kakao Kab. Jembrana adalah: (a) Peremajaan Tanaman Kakao  124 ha; (b) Sarana Fasilitasi Pengolahan Cokelat    1unit; (c) Sarana Fasilitasi Pengolahan Cokelat 1 unit.

Kegiatan yang dilakukan pada Korporasi Petani Kopi di Kab. Beleleng: (a) Peremajaan Tanaman Kopi Arabika 313 ha; (b) Sarana Prasarana Tanaman Kopi  1 unit; (c) Sarana Fasilitasi Pengolahan Kopi  3 unit; (d) Prasarana Pasca Panen Tanaman Kopi 1 unit; (e) Prasarana Fasilitasi Pengolahan Kopi   3 unit.

Kegiatan Korporasi Petani Kakao di Kab. Gunung Kidul  yaitu Penerapan Pengendalian Hama Terpadu OPT Kakao 50 Ha.   

Sri Wijiastuti, Pusat Penyuluhan Pertanian/ Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan. 

 

 

 

 

 

Reporter : Sri Wijiastuti
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018