Sunday, 11 April 2021


Perubahan Iklim Bisa Membuat Petani Kopi Beralih Tanam Tanaman Lain, Kenapa?

17 Mar 2021, 20:03 WIBEditor : Ahmad Soim

Perubahan iklim bisa membuat petani beralih tanam komoditi lain | Sumber Foto:Doc Coffee and Climate

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jerman - Perubahan iklim dan pemanasan global akan terus terjadi dan pada beberapa tahun kedepan berpotensi untuk mempengaruhi wilayah pedesaan dan aspek pertanian. 

Kopi merupakan komoditas yang sangat sensitif terhadap perubahan iklim. Sejak 10 sampai 15 tahun terakhir, perubahan iklim dan pemanasan global meningkat dengan sangat cepat. 

“Para petani kopi belum siap untuk menghadapi hal ini, akibatnya produktivitas kopi berkurang baik dari jumlah maupun kualitasnya. Petani kopi mengalami kerugian dan merupakan hal yang normal apabila pada akhirnya petani memilih menanam tanaman lain atau pekerjaan lain,” kata Stefan Ruge dalam Webinar Coffe and Climate, Humberg, Jerman (16/03/2021) dengan topik “Being cool has never been so hot – Aksi melawan perubahan iklim untuk menjamin pekerjaan petani kecil”. 

Apabila tidak ditangani, lanjutnya kita tidak dapat lagi menikmati kopi di pagi hari.

Menurutnya, perubahan iklim merupakan tantangan baru bagi dunia pertanian, oleh karena itu untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan agar petani kopi memiliki kehidupan yang layak, dibutuhkan solusi baru. 

Pengetahuan dan penelitian terbarukan mengenai indikator iklim pertanian, adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim perlu dilakukan, diadaptasi dan disosialisasikan kepada para petani.

“Petani kopi kecil sangat tergantung pada sumber daya alam yang ada di lingkungan,” tambahnya. Adanya perubahan iklim menyebabkan peluang untuk menggunakan sumber daya ini semakin sedikit. 

BACA JUGA:

Kolaborasi antar sektor diperlukan untuk menangani hal ini. Selama ini sudah dilakukan upaya seperti deforestasi di kawasan kopi dan juga proyek konservasi lahan, akan tetapi tidak cukup sampai di sana. Berbagai aktor berperan, tidak terkecuali peneliti, industri, pemerintah, dan yang paling penting adalah petani sebagai garis terdepan di lapangan.

Webinar ini tutur Stefan Rudge bertujuan untuk membahas mengenai peran sektor kopi dalam rangka menjaga agar para petani kecil tidak kehilangan pekerjaannya.

Coffee and climate menyediakan pelatihan mengenai metode pertanian yang cedas, tips dan trik bagi para petani kecil, keluarga, dan masyrakat agar sumber mata pencahariannya tidak terganggu oleh perubahan iklim. 

Tokoh Perkebunan Indonesia Soedjai Kartasasmita yang ikut dalam Webinar yang berlangsung selama satu jam dengan anak anak muda yang kompeten di bidangnya mengatakan, perubahan iklim ternyata mempunyai dampak besar terhadap pertumbuhan kopi yang dengan sendirinya berpengaruh pula terhadap kuantitas dan kualitas kopi yang dihasilkan oleh berbagai negara seperti Brazil, Honduras, Guatemala kemudian Ghana, Kongo, Nigeria di Afrika dan Vietnam, Indonesia di Asia Tenggara. 

Oleh karena itu lanjutnya mulai dari sekarang perlu diambil langkah-langkah untuk menghadapinya antara lain melalui riset dan pendidikan SDM karena ada kaitannya satu sama lain.

Untuk diketahui mayoritas pemilik kebun kopi adalah petani kurang lebih 70 persen. “Ini berarti bahawa apabila petaninya sejahtera negara yang akan diuntungkan karena selain ekonomi meningkat kesejahteraan petani juga lebih baik, angka kemiskinan berkurang yang dengan sendirinya berdampak positif terhadap situasi politk  negara yang bersangkutan,” tambahnya.

Pemerintah Ghana sudah mulai melakukan pendidikan SDM perkopian di Ghana, termasuk untuk para petaninya. 

===

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018