Sunday, 09 May 2021


Teknologi Sederhana Gula Tebu Petani Krayan, Atasi Lonjakan Harga

19 Apr 2021, 07:55 WIBEditor : Ahmad Soim

Gula tebu yang diproses secara sederhana di Krayan Timur Nunukan | Sumber Foto:Mulyadi

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Nunukan --  Masyarakat dataran tinggi Krayan semenjak pandemi covid 19, minggu ketiga bulan Maret 2020, kesulitan mendapatkan gula tebu. Pihak Bakelalan Malaysia yang bisa mengalirkan gula tebu ke Krayan Timur Nunukan, melakukan lockdown akibatnya warga Krayan kesulitan memperoleh gula. Kalaupun ada gula di pasaran, harganya melambung tinggi antara Rp 35.000-Rp 40.000 / kg.

Ibu-ibu PKK yang tergabung dalam kelompok tani Ruka yang diketuai oleh Sanya Soleman  di Long Umung Desa Long Tenem Kecamatan Krayan Timur Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara menjawab persoalan itu dengan mamproduksi gula yang berasal dari tebu secara sederhana.

Kelompok Tani Ruka membuat gula tebu 2 kali dalam seminggu, produksinya masih terbatas, tapi mampu memberikan alternatif sehingga kebutuhan gula bagi sebagaian warga bisa terpenuhi.

Luas areal tanaman tebu yang berada di lokasi Long Umung Kecamatan Krayan Timur saat ini ada sekitar 18 hektar, dibudidayakan oleh masyarakat sekitar secara mandiri untuk bahan dasar pembuatan gula.

Teknologi Sederhana

BACA JUGA:

Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Krayan Timur, Mulyadi menuturkan  proses pembuatan gula tebu ini dilakukan secara sederhana.

“Awalnya secara bergotong royong ibu-ibu kelompok tani pergi ke kebun tebu lalu proses pemilihan  batang tebu yang sudah cukup tua berumur antara 6-7 bulan setelah tanam, tebu tersebut ditebang dan dibersihkan dari sisa-sisa daun kering, dipotong ujungnya kemudian diangkut ke tempat lokasi pemerasan tebu,” ujarnya.

Batang tebu yang sudah ditebang segera diolah,  sebelum diperas biasa dicuci sampai benar benar-bersih, kemudian batang tebu diperas satu persatu dengan menggunakan mesin disel.

“Air perasan tebu atau nira tebu di tampung disatu wadah yang biasanya sudah secara otomatis langsung tersaring, sehingga  nira tebu bersih dari sisa-sisa atau ampas tebu,” kata Mulyadi.

Air perasan tebu yang sudah tersaring lalu dimasak di atas tungku  dengan menggunakan wajan berukuran besar hingga mendidih dan mengental, proses ini  berlangsung cukup lama yakni hampir 4 jam, saat memasak nira tebu ini kondisi nyala api yang berasal dari kayu harus tetap terjaga jangan sampai padam dan kala air nira mulai mendidih maka harus ada satu orang yang bertugas untuk mengaduk-aduk sampai mengental.

Menurut Mulyadi, PPL yang memiliki wilayah binaan di 17 desa Krayan Timur ini mengatakan setelah nira tebu mengental maka selanjutnya dilakukan proses pendinginan selama setengah jam.

“Setelah dingin dan mengeras kemudian ditumbuk-tumbuh sampai halus dengan tumbukan yang terbuat dari kayu seraya diaduk-aduk, nah di Long Tenem ini mereka tidak menggunakan cetakan, kemudian setelah itu  langsung dipacking ke dalam bungkusan plastik yang berukuran setengah kg,” bebernya. 

Pemasaran Gula Tebu

Pemasaran gula tebu yang berasal dari Desa Long Tenem ini biasanya di jual di lokasi Long Umung, lokasi Pa Kebuan, Kampung Baru dan Long Bawan.

Selain itu, produk gula ini juga dijadikan oleh-oleh atau buah tangan bagi pendatang maupun keluarga  dari Nunukan, Tarakan, Malinau dan Tanjung Selor yang berkunjung  ke dataran tinggi Krayan.

Di sekitar Dese Long Tenem harga gula tebu ini dibanderol Rp 16.000 /setengah kg sementara kalau sudah sampai ke Long Bawan ibu kota Kecamatan Krayan  dijual dengan harga Rp 20.000 /setengah kg.

Kebanyakan warga Krayan menggunakan gula tebu ini untuk dicampurkan sebagai pemanais  minuman dan juga campuran untuk membuat kue. 

Mulyadi menambahkan di wilayah kerjanya Kecamatan Krayan Timur selain di Desa Long Tenem lokasi Long Umung yang membuat gula tebu juga ada Desa Pa Raye yang  rutin memproduksi gula tebu.

“Sehingga kebutuhan gula bagi warga Kecamatan Krayan Timur khususnya, tidak terlalu menjadi masalah,” pungkasnya.

   --+

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Ibnu Abas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018