Friday, 07 May 2021


Untung Didapat, Waluyo Padukan Kopi dan Tembakau

23 Apr 2021, 08:18 WIBEditor : Ahmad Soim

Memadukan kopi dan tembakau di Aceh | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Sri Waluyo (49) pendatang dari Pulau Jawa menikah dengan Alina (47) asli Gayo. Alumni  Magister Universitas Negeri Malang (UMN) jurusan matematika ini keseharian sebagai Guru di SMKN 1, Takengon dan tinggal di desa Paya Tumpi Baru, kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. 

Waluyo adalah juga petani Tembakau di lahan seluas 625 m2. Bibitnya dibeli secara online seharga Rp 200.000. "Dari usaha itu saya dapat menghasilkan 2 ton tembakau dan kalau dijadikan Cerutu sekitar 200 kilogram. Lahan kopi yang dimiliki dibelinya melalui kredit, waktu baru menikah.

Usaha Waluyo mendapat dukungan dari Reje Idrus Syahputra (Red. Kepala Desa) juga Bupati. Wauyo  ingin memberdayakan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) melalui keterlibatan milenal.

Ia menanam Tembakau, berawal dari kegiatan iseng, namun setelah dicoba tumpang sari dengan Kopi, ternyata hasilnya bagus. Tembakau yang ditanam dekat naungan Kopi dapat mengendalikan hama, karena sama sama bersifat higroskopis. Hasilnya dengan adanya tembakau, tanaman Kopi disampingnya terhindar dari serangan lalat buah. "Bahkan zaman dulu sebelum ada larangan pernah ditanam ganja dalam kebun kopi, tujuannya agar hama tidak mendekat", bebernya. 

Apakah Tembakau yang ditanam dalam kebun Kopi berdampak terhadap rasa dan aromanya? "Hasil roasting kopi yang dilakukan selama ini memang tidak ada indikasi ke rasa kopi", ungkapnya. 

BACA JUGA:

Hasil tembakaunya akan dibuat cerutu  dengan melibatkan milenial yang alumni sekolahnya jurusan Seni Kriya. Biasanya Cerutu itu dikemas dalam kotak, yang terbuat dari kardus bekas. Namun walaupun dari bahan bekas, hasil kemasan yang dirancangnya nanti lebih elegan dan berdaya saing. 

Dari kegiatan bertanam tembakau, kini dia telah mendapatkan izin NIB dan juga dari lingkungan hidup bahkan ke notaris untuk mendaftarkan merk. "Kini ia tinggal menunggu izin dari beacukai sehingga produknya nanti menjadi legal setelah menjadi Cerutu", ujarnya bersemangat. 

Rencananya hasil tembakau yang diperoleh nanti akan dijadikan Cerutu semuanya dan setelah izinnya lengkap akan dipasarkan secara regional bahkan ke pulau lainnya selain Sumatera. 

Ditambahkannya, jika Tembakau ditumpangsarikan dengan tanaman Kopi memiliki prospek yang sangat cerah, karena dataran tinggi Gayo mayoritas lahan semua ada kebun kopinya.Jika Tembakau ditumpangsarikan dengan tanam kopi sebaiknya pada tanaman yang masih kecil/muda saja, seperti Kopi Ateng dan berumur di bawah lima tahun. 

Dia juga berjanji kalau usahanya nanti terkabul akan melibatkan para milenal seperti sarjana yang belum beruntung mendapatkan pekerjaan termasuk para alumni SMKnya. Semoga dengan adanya program keluarga harapan dari Kemensos dan juga dari BNN bisa bersinergi. Sehingga kebutuhan tembakau kedepannya tidak lagi harus diimpor. 

"Tembakau yang saya tanam sekarang ini memiliki khasiat untuk teraphis akibat ketergantungan penggunaan narkoba", pungkasnya. Untuk harga jual produknya, kini sedang menunggu kepastian dan koordinasi dari bea cukai.

 ===

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018