Sunday, 09 May 2021


Lebih Untung , PT BKB 'Kawinkan' Sapi dengan Sawit

29 Apr 2021, 15:26 WIBEditor : Yulianto

Peternakan sapi di kebun sawit lebih menguntungkan | Sumber Foto:Iqbal

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Integrasi antara perkebunan kelapa sawit dan ternak sapi menjadi sebuah alternatif usaha yang dilakoni PT. Buana Karya Bhakti (BKB). Perusahaan perkebunan sawit yang menggarap lahan sawit seluas 5.000 ha di Kecamatan Serui Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan berhasil mengembangkan model integrasi Sawit Sapi (ISS).

“Kami merintis kegiatan integrasi sawit dan sapi ini pada tahun 2013 dengan mendatangkan 300 ekor sapi bakalan dari Australia,” papar Muhammad Zainudin, GM Sawit PT Buana Karya Bhakti.

Zainudin mengakui, awalnya peternakan yang dinamai SISKA Ranch ini mengalami banyak kendala, bahkan hingga sempat rugi miliaran rupiah. Pada 2013, berbekal 300 ekor sapi brahman cross, dijalinlah kerjasama dengan Indonesia-Australia Commercial Cattle Breeding Program (IACCB) dan PT Santosa Agrindo (Santori) untuk untuk melakukan pilot project integrasi.

Program ini memberikan konsultasi manajemen budidaya sapi terintegrasi dan sekaligus melakukan riset lapangan untuk menyusun perbaikan dan mengatasi permasalahan secara tepat, terukur dan terarah.

Hasilnya, pada akhir tahun 2020 populasi sapi terus bertambah, menjadi 900 ekor. Jumlah itu terbagi menjadi beberapa kawanan masing-masing berisi maksimal 250 ekor sapi. “Ternyata terjadi peningkatan hampir 3 kali lipat sejak pertama kali di kembangkan,” ujarnya.

Menurut Zainudin, ada 3 keuntungan yang didapat perusahaan setelah melakukan model integrasi sawit sapi ini. Pertama, terjadi peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dilokasi integrasi, yaitu lebih tinggi rata-rata 4 persen dibanding area non integrasi. Kedua, penghematan biaya pemupukan hingga 0,4 persen.

“Yang terakhir adanya penghematan biaya penanganan gulma untuk tenaga penyemprotan dan herbisida. Tercatat penghematannya hingga 47 persen secara rata-rata,” katanya.

Untuk memberikan informasi lengkap sekaligus pelatihan, Zainudin mengatakan, pihaknya juga mendirikan BKB SISKA – Training Centre. “Tempat ini bisa dimanfaatkan pekebun untuk mempelajari model integrasi sawit sapi perusahaan kami yang bisa dikembangkan nanti di lahan kebun masing-masing, ujar Zainudin.

Didiek Purwanto, Ketua Dewan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia Periode 2019 – 2023 mengatakan, slah satu langkah strategis jangka panjang untuk penyediaan stok daging nasional adalah dengan melakukan terobosan model Integrasi Sawit Dengan Sapi (ISS).

Hal senada juga disampaikan Rochadi Tawaf, Sekjen DPP Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia Periode 2015-2020, Indonesia memiliki jutaan hektar hamparan kebun sawit yang bisa dimanfaatkan untuk penggembalaan sapi. “Apabila perusahaan mau menambah lini, maka  usaha peternakan sapi terintegrasi menjadi alternatifnya,” katanya.

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018