Friday, 07 May 2021


Membuat Minuman Legen dari Pohon Siwalan

02 May 2021, 07:42 WIBEditor : Ahmad Soim

Buah dan pohon siwalan | Sumber Foto:Suriady

 

TABLOISINARTANI.COM, Sidrap -- Pohon Siwalan atau pohon lontar kaya manfaat dan dapat berguna dalam berbagai kebutuhan. Tanaman ini  dapat tumbuh di daerah tropis, kering, tandus dan berbatu. Tanaman ini juga dapat ditemui dan tumbuh di Desa Wanio, Bapangi, Belokka, dan Pape, Kecamatan Panca Lautang Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan.

Muliadi salah satu warga Belokka yang memiliki pohon lontar dan sebagai pembuat minuman legen mengatakan bahwa: "Tanaman pohon siwalan atau pohon lontar saat ini sudah mulai punah karena batang pohonnya banyak ditebang untuk digunakan warga sebagai penyambung rumah, namun masih ada sebagian warga yang memeliharanya"," kata Muliadi.

Muliadi melakoni pekerjaannya sebagai pembuat minuman legen sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) pada saat itu masih ikut sama pamannya. "Ya, sejak masih duduk di bangku SD saya sudah ikut sama paman berkebun siwalan/lontar dan sebagai pembuat minuman legen sampai saat ini masih saya geluti," ungkapnya.

BACA JUGA:

Pohon siwalan atau pohon lontar selain bisa dibuat minuman legen juga mempunyai banyak manfaat yang lain seperti buah lontar dapat diproses menjadi gula darah 100 cc setara 10,93 gram dengan kandungan protein, nitrogen, mineral, kalsium, fosfor, dan zat bes didalamnya, fermentasi air nira lontar dapat menjadikannya arak atau cuka tradisional, pohonnya dapat menjadi bahan kue, bahan atap serta kerajinan anyaman, batang pohonnya bisa digunakan penyambung rumah, dan daunnya bisa dijadikan tikar dan bakul," jelas Muliadi.

Lebih jauh Muiadi menyampaikan bahwa "proses pembuatan minuman legen diawali dengan penjepitan selama tiga (3) hari kemudian dilakukan pemotongan ujung jantannya setiap hari apabila air sudah ada yang menetes dari atas dan bagian bawahnya telah basah, dan setelah legen atau nira diturunkan kemudian disaring dan disimpan di kulkas setelah itu di sudah bisa dijual," urainya.

Untuk pemasaran minuman legen, Muliadi menjual di rumahnya sendiri dengan harga perbotolnya tergantung dari besar kecilnya botol. Untuk harga botol besar 10 ribu dan botol kecil 5 ribu dengan omset yang didapatkan perharinya biasanya 150 ribu.

 === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018