Thursday, 17 June 2021


Perusahaan Ini Rasakan Enam Manfaat Integrasi Sawit-Sapi

02 Jun 2021, 16:07 WIBEditor : Yulianto

M Zainudin, GM Agronomi PT Buana Karya Bhakti (BKB) salah satu perusahaan perkebunan sawit | Sumber Foto:Dok. Zainudin

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Ibarat simbiosis mutualisme, integrasi sawit-sapi bisa menjadi hubungan yang saling menguntungkan. Satu sisi ternak sapi bisa mendapatkan pakan dengan mudah. Di sisi lain, kebun sawit juga mendapatkan pupuk untuk pertumbuhan.

M Zainudin, GM Agronomi PT Buana Karya Bhakti (BKB) salah satu perusahaan perkebunan sawit dalam FGD Sinar Tani Peluang dan Kiat Sukses Integrasi Sawit – Sapi (2/6) mengatakan, filosopi  dalam integrasi sawit-sapi adalah sawit adalah tuan rumah dan sapi adalah tamu. Tamu yang baik tidak mengganggu tuan rumah dan tuan rumah yang baik mampu melayani tamu.

Dengan filosopi ini, perusahaan perkebunan yang menggarap lahan sawit seluas 5.000 ha di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menuai sukses. Saat banyak perusahaan sawit yang meragukan konsep integrasi sawit-sapi dan cenderung khawatir dampak negatifnya, perusahaannya mampu membuktikan kesuksesan mengawinkan tanaman sawit dengan ternak sapi.

Menurutnya, integrasi harus berada di dalam bukan di luar. Artinya ternak sapi harus masuk ke dalam kebun sawit (digembala) dan memberikan manfaat positif buat tanaman sawit. “Konsep ini menjadikan kebun sawit bukan menjadi kandang, tapi menjadi sumber pakan buat sapi,” ujar Zainudin.

Keberadaan ternak di kebun ternyata memberikan banyak manfaat positif buat tanaman, sehingga tercipta simbiosis mutualisme yang baik. Setidaknya ada enam manfaat positif yang dirasakan perusahaan sejak mengembangkan model integrasi sawit sapi tahun 2016 lalu.

Pertama, peningkatan produksi tandan buah sawit (TBS) sebanyak 4 persen pada lahan penggembalaan. Peningkatan TBS sebanyak 4 persen ini sangat menguntungkan perusahaan di kala harga CPO naik belakangan ini.

Kedua, efisiensi biaya pengendalian rumput gulma (Weeding) mencapai 47 persen. Penghematan ini terjadi karena penggunaan herbisida untuk pengendalian rumput gulma digantikan secara otomatis oleh ternak yang mengkonsumsi rumput di sekitar lahan sawit.

BACA JUGA:

Dengan Siska Ranch, BKB Sukses Integrasikan Sawit Sapi

Inilah Perusahaan yang Integrasikan Sawit-Sapi

Peluang Gemuk Integrasi Sawit-Sapi

Ketiga, adanya peningkatan PH tanah menjadi 4,5-5 persen. PH tanah ini sangat penting dalam penyerapan pupuk yang diaplikasikan pada tanaman sawit, sehingga pupuk menjadi sangat optimal membantu penigkatan hasil sawit.

Keempat,  aplikasi pupuk pada tanaman menjadi lebih hemat 0,4 persen. Kelima, terciptanya peningkatan populasi bakteri di lahan untuk memacu pertumbuhan ganoderma. Terakhir atau keenam terciptanya kepadatan tanah yang ideal bagi tanaman,” tuturnya.

Zainudin mengakui, implementasi integrasi sawit sapi ini sangat baik untuk kelangsungan perkebunan yang ramah lingkungan. Sebab, terjadi pengurangan penggunaan herbisida kimia.

“Lahan juga menjadi lebih bersih dari limbah plastik dan karung bekas kemasan pupuk. Kelembaban tanah kebun lebih terkontrol karena rumput (cover crop) selalu terpelihara,” ungkap Zainudin.

 --

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

 

Reporter : Iqbal/Humas Ditjen Perkebunan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018