Thursday, 17 June 2021


Rumus Ideal Integrasi Sapi Sawit Ala Pak Tani

02 Jun 2021, 18:13 WIBEditor : Gesha

Peternakan sapi di kebun sawit | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Wayan Supadno alias Pak Tani telah melakukan kalkulasi rumus ideal integrasi sapi sawit agar menguntungkan dan bisa diadopsi oleh pekebun maupun perusahaan kelapa sawit yang menggandeng peternak rakyat untuk sama-sama berusaha dengan menguntungkan.

Agar menghasilkan hasil yang saling menguntungkan,  Wayan Supadno yang dikenal sebagai Pak Tani dalam  Focus Group Disscusion (FGD) Peluang dan Kiat Integrasi Sapi-Sawit yang digelar TABLOID Sinar Tani, Rabu (2/6) mengkalkulasi,  idealnya 1 hektar Kebun sawit membutuhkan 4 ekor sapi guna menghasilkan pupuk gratis sepanjang tahun untuk sawit.  Dengan kalkulasi yang sama, maka 100 hektar sawit idealnya mempunyai 400 ekor dan lahan rumput hijauan.

Baca Juga : Kohe dan Urin Sapi Jadikan Lahan Sawit Sehat dan Produktif

Pupuk kohe yang dihasilkan sapi tersebut menjadi asupan sumber C-organik nyawanya tanah minimal 20 ton/tahun, ditambah urin sebagai media biak mikroba  (ditambahkan Bio-EXTRIM dan HORMAX) agar mampu berbiak masal melarutkan P dan K.

“Dari 100 hektar sawit, cukup 4 hektar yang disisihkan di lahan sawit untuk kandang sapi dan lahan hijauan, maka kita tidak perlu lagi pupuk kimia sepanjang mikroba dikembangkan disana dengan produktivitas sama,” tukasnya.

Dengan rumus ini, HPP dipastikan nyaris nol, namun laba akan meningkat dan lebih kompetitif sebab Bisnis yang baik adalah bisnis yang mampu inovatif menekan HPP agar menjadi kompetitif.

Baca Juga : Tekan HPP dengan Inovasi Integrasi Sapi Ala Pak Tani

“Jika harga (sapi maupun sawit) naik maupun turun, dinikmati saja karena HPP menjadi nol. Pakan per hari tidak lebih dari Rp 10 ribu per hari (diperoleh dari bungkil sawit dan hijauan Zanzibar) dan mampu menghasilkan limbah kohe dengan harga Rp 1000 x 15 kg per harinya,” jelas Wayan.

Bahkan hasil ternak dan sawitnya menjadi lebih sehat. “Terpenting makin banyak pelaku usaha bahagia karena usaha berkembang sehat dan bisa ditiru oleh geberasi muda,” tuturnya. 

Karena itu, dirinya berharap agarDitjen Perkebunan maupun Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bisa merangkul pelaku usaha kebun sawit, salah satunya dengan membiakkan sapi di kebun sawit. "Kalau memang tidak bisa diumbar setidaknya di pinggir lahan sawit dengan kandang," tutupnya. 

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018