Thursday, 17 June 2021


Menuai Laba Integrasi Sawit-Sapi

03 Jun 2021, 09:08 WIBEditor : Yulianto

FGD Integrasi sawit-sapi | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Ibarat simbiosis mutualisme, tanaman sawit dan sapi bisa berinteraksi saling menguntungkan. Di satu sisi, perkebunan sawit mendapatkan manfaat dari pupuk kotoran sapi. Di sisi lain, ternak sapi akan mendapatkan pakan dengan mudah di lahan perkebunan sawit.

Peluang integrasi sawit-sapi cukup besar. Dengan potensi lahan sawit di Tanah Air yang luasnya jutaan hektar memberikan peluang cukup besar untuk pengembangan ternak sapi. Data Ditjen Perkebunan, saat ini ada 16,38 jut hektar (ha) lahan perkebunan sawit.

Ide integrasi sawit-sapi memang bukan baru. Sayangnya tak banyak perusahaan perkebunan yang melirik kegiatan tersebut. Padahal jika menakar keuntungannya, peluangnya cukup gemuk. Pelaku usaha bukan hanya panen sawit, tapi juga bisa panen sapi.

Koordinator Kelapa Sawit Ditjen Perkebunan, Agus Hartono mengatakan, pemerintah sebenarnya telah menginisiasi integrasi sawit-sapi sejak tahun 2017-2018. Bahkan Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian No.105 Tahun 2014 tentang Integrasi Usaha Perkebunan Kelapa Sawit dengan Usaha Budidaya Sapi Potong.

“Terkait integrasi sawit-sapi, sebetulnya sudah diidentifikasi potensi lahan yang bisa integrasi sapi sawit,” kata Agus  saat FGD Peluang Integrasi Sawit yang digelar Tabloid Sinar Tani di Jakarta, Rabu (2/6).

Potensi lainnya menurut Agus adalah, tersedia biomassa pakan untuk sapi sepanjang tahun. Diantaranya berupa, pelepah dan daun sawit, hijauan dibawah naungan sawit, bungkil sawit dan solid.  

BACA JUGA:

Rumus-Ideal-Integrasi-Sapi-Sawit-Ala-Pak-Tani

Inilah-Perusahaan-yang-Integrasikan-Sawit-Sapi

Peluang-Gemuk-Integrasi-Sawit-Sapi

Selain itu, tersedianya potensi SDM petani untuk  mengelola usaha pembiakan/ penggemukan sapi. “Dengan integrasi sawit-sapi akan mengurangi biaya pupuk dan herbisida di perkebunan sekitar 30 persen, meningkatkan produksi TBS (tandan buah segar) dan mewujudkan sawit ramah lingkungan,” kata Agus.

Saat ini ada 12 perusahaan perkebunan yang telah melakukan integrasi sawit-sapi. PT Buana Karya Bhakti (BKB) menjadi salah satunya. Bisa dibilang, perusahaan perkebunan tersebut menjadi contoh yang sukses ‘mengawinkan’ sawit dan sapi.

PT. BKB menggarap lahan sawit seluas 5.000 ha di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kegiatan integrasi sawit sapi ini di mulai akhir tahun 2016 dengan mendatangkan 300 ekor sapi bakalan dari Australia. "Filosopi  dalam integrasi sawit-sapi adalah sawit adalah tuan rumah dan sapi adalah tamu. Tamu yang baik tidak mengganggu tuan rumah dan tuan rumah yang baik mampu melayani tamu," kata Muhammad Zainudin, GM Agronomi PT Buana Karya Bhakti.

Zainudin mengakui, keberadaan ternak di kebun ternyata memberikan banyak manfaat positif buat tanaman, sehingga tercipta simbiosis mutualisme yang baik. Setidaknya ada enam manfaat positif yang dirasakan perusahaan sejak mengembangkan model integrasi sawit sapi tahun 2016 lalu.

Pertama, peningkatan produksi tandan buah sawit (TBS) sebanyak 4 persen pada lahan penggembalaan. Peningkatan TBS sebanyak 4 persen ini sangat menguntungkan perusahaan di kala harga CPO naik belakangan ini.

Kedua, efisiensi biaya pengendalian rumput gulma (Weeding) mencapai 47 persen. Penghematan ini terjadi karena penggunaan herbisida untuk pengendalian rumput gulma digantikan secara otomatis oleh ternak yang mengkonsumsi rumput di sekitar lahan sawit.

Ketiga, adanya peningkatan PH tanah menjadi 4,5-5 persen. PH tanah ini sangat penting dalam penyerapan pupuk yang diaplikasikan pada tanaman sawit, sehingga pupuk menjadi sangat optimal membantu penigkatan hasil sawit.

Keempat,  aplikasi pupuk pada tanaman menjadi lebih hemat 0,4 persen. Kelima, terciptanya peningkatan populasi bakteri di lahan untuk memacu pertumbuhan ganoderma. Terakhir atau keenam terciptanya kepadatan tanah yang ideal bagi tanaman,” tuturnya.

Sementara itu, pelaku usaha lainnya, Wayan Supadno memberi saran bagi yang ingin mengintegrasikan sawit-sapi bisa menggunakan rumus ideal 1 hektar kebun sawit, 4 ekor sapi.  Dengan kalkulasi tersebut, 100 ha sawit idealnya mempunyai 400 ekor dan lahan rumput hijauan.

“Dari 100 hektar sawit, cukup 4 hektar yang disisihkan di lahan sawit untuk kandang sapi dan lahan hijauan, maka kita tidak perlu lagi pupuk kimia sepanjang mikroba dikembangkan disana dengan produktivitas sama,” katanya.

Dengan rumus ini, HPP dipastikan nyaris nol, namun laba akan meningkat dan lebih kompetitif. Sebab bisnis yang baik adalah bisnis yang mampu inovatif menekan HPP agar menjadi kompetitif.

----

Bagi yang ingin mendapatkan materi atau memutar ulang kegiatan FGD bisa diunduh di:

Materi FGD 'Peluang dan Kiat Sukses Integrasi Sapi-Sawit'"

VIDEO FGD Peluang dan Kiat Sukses Integrasi Sawit-Sapi

SERTIFIKAT FGD Peluang dan Kiat Sukses Integrasi Sawit-Sapi

 Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

 

Reporter : Tim Sinar Tani
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018