Thursday, 18 August 2022


Kembalikan Kejayaan, Wajo Gelar Sekolah Lapang Kakao

15 Jul 2021, 14:38 WIBEditor : Yulianto

Wajo siap kembalikan kejayaan kakao | Sumber Foto:Suriady

TABLOIDSINARTANI.COM, Wajo---Kabupaten Wajo menjadi salah satu sentara kakao, bahkan salah satu daerah penyumbang devisa ekspor. Sayangnya, produksi terus turun dari tahun ke tahun karena berbagai kendala.

Bupati Wajo, Amran Mahmud, ingin memperbaiki itu. Salah satu terobosan yang diharapkan bisa mengembalikan kejayaan kakao Wajo adalah Sekolah Lapang Budidaya Kakao. Program ini baru saja dibuka Amran Mahmud di Desa Tanrongi, Kecamatan Pitumpanua, Senin (12/7).

Sekolah Lapang Budi Daya Kakao adalah program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Rencananya akan dilaksanakan di 10 kecamatan selama 6 kali pertemuan mulai 12 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

Amran Mahmud sangat mengapresiasi dan menyambut baik Sekolah Lapang Budidaya Kakao. Ia berharap lewat langkah ini produksi dan kualitas mutu biji kakao meningkat. "Saya berharap para petani yang menjadi peserta bisa menimba ilmu dan mengajarkan ke petani lainnya sehingga kejayaan kakao di Kabupaten Wajo bisa kembali," harapnya.

Beberapa waktu lalu, Pujangga Perkebunan, Soedjai Kartasasmita mengatakan,  ke depan budidaya kakao nantinya dikombinasikan dengan tanaman lain. Misalnya, dengan tanaman pangan, sehingga pendapatan petani meningkat, selain meningkatkan sustainibilitas. “Ini berarti ke depan perkebunan kakao bukan usaha monokultur lagi,” ujarnya.

Menurutnya, ke depan pengolahan ini berperan sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan harga. Jadi sekalipun kualitas biji kakao di lapangan tinggi, kalau pengolahan kurang baik maka kualitasnya akan anjlok. 

“Sebaliknya biji kakao yang berkualitas sedang, seandainya diolah dengan baik akan menghasilkan coklat dengan kualitas yang lebih tinggi. Jadi kuncinya ada di pengolahan,” ujarnya.

Soedjai mengingatkan agar Indonesia harus mengambil langkah untuk menyelamatkan produksi kakao. Apalagi ternyata kakao Indonesia disenangi konsumen dibanyak negara, termasuk Belgia.

“Pengolahan juga perlu mendapat perhatian dan pengawasan yang ketat supaya produk yang dihasilkan berkualitas tinggi. Sedangkan mengenai penelitian harus ditingkatkan, petani harus dibantu disertai dukungan Pemerintah dan Perbankan,” sarannya.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018