Wednesday, 17 August 2022


Berbagi Pengalaman, Sadi : Kenali Gejala Tebu Terserang OPT

26 Aug 2021, 21:34 WIBEditor : Yulianto

Panen tebu, petani di beberapa wilayah sentra tebu kini tengah panen | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Tanaman tebu banyak diusahakan petani yang berada di Jawa Timur. Namun petani harus mewaspadai hama dan panyakit pada tanaman penghasil gula tersebut.

Tanaman tebu akan tumbuh baik pada tanah yang tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Sselain itu akar tanaman tebu sangat sensitif terhadap kekurangan udara dalam tanah, sehingga pengairan dan drainase harus sangat diperhatikan.

Namun dengan drainase yang baik memberikan peluang akar tanaman menyerap air dan unsur hara pada lapisan yang lebih dalam,  sehingga pertumbuhan tanaman pada musim kemarau tidak terganggu. Selain itu, dapat manyalurkan kelebihan air pada musim hujan, sehingga tidak terjadi genangan air yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman, karena berkurangnya oksigen dalam tanah.

“Menanam tebu cukup mudah, sekali tanam tinggal merawat,” kata Sadi. Namun dirinya mengingatkan agar tetap mewaspadai hama penggerek pucuk. Biasanya hama ini menyerang tanaman tebu umur 2 minggu sampai umur tebang.

Menurutnya, gejala tanaman tebu yang terserang penggerek pucuk yakni ada lubang-lubang melintang pada helai daun yang sudah mengembang. Serangan penggerek pucuk pada tanaman yang belum beruas dapat menyebabkan kematian.

Hama lainnya yang patut diwaspadi adalah uret berupa larva kumbang yang bentuk tubuhnya membengkok. Hama ini menyerang perakaran dengan memakan akar, sehingga tanaman tebu menunjukkan gejala seperti kekeringan. “Ada juga hama penggerek batang,” kata Sadi yang menanam tebu jenis BR 32.

Selain hama, tebu, Sadi juga mengingatkan terdapat juga penyakit yang disebabkan virus. Gejala serangan adalah pada daun terdapat noda-noda atau garis-garis berwarna hijau muda, hijau tua, dan kuning. “Gejalanya tampak jelas pada helaian daun muda. Penyebaran penyakit ini dibantu serangga,” katanya.

Untuk mengendalikan, Sadi menyarankan agar menanam jenis tebu yang tahan terhadap hama tersebut. Untuk menghindari infeksi adalah dengan menggunakan bibit sehat dan pembersihan lingkungan kebun tebu.

Penyakit lainnya adalah  busuk akar yang disebabkan cendawan. Penyakit ini menurut Sadi, banyak terjadi pada lahan yang drainasenya kurang sempurna. Akibatnya akar tebu menjadi busuk, sehingga tanaman menjadi mati dan tampak layu. “Pengendalian penyakit dilakukan dengan menanam varietas tahan dan dengan memperbaiki drainase lahan,” ujarnya.

Reporter : Soleman
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018