Thursday, 23 September 2021


Peluang Cahaya Ekspor Damar dari Teluk Bintuni

29 Aug 2021, 20:10 WIBEditor : Gesha

Getah damar di Teluk Bintuni | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Manokwari -- Pohon damar di beberapa daerah hutan di Indonesia kini sangat terbatas. Namun di Teluk Bintuni, Papua Barat, masyarakatnya terbiasa memanfaatkan getah damar hanya untuk kebutuhan sehari-hari.

Tanah Papua yang begitu kaya akan keanekaragaman hayati ternyata menyimpan daun hijau yang menyala.  Daun dari pohon damar.  Daun ini jika disulut dengan api, dapat digunakan sebagai penerang.  Masyarakat Distrik Babo, Teluk Bintuni, Papua Barat biasa memanfaatkan daun dan getah damar sebatas alat penerang.  

Pohon damar yang tinggi menjulang dengan jumlah yang banyak, tanpa disayat gerah damar sudah keluar dengan sendirinya.  Getah damar merupakan hasil sekresi pohon Shorea sp., Vatica sp., Dryobalanops sp., dan lain-lain dari suku meranti-merantian atau Dipterocarpaceae. Pohon damar merupakan tanaman asli Indonesia, hingga kepedalaman Papua.  

Dalam kunjungannya, Tokoh Papua Muda Inspiratif, Simon Tabuni menyebutkan, “Ini salah satu sumber daya yang dapat dikelola dengan baik.” Simon pun memiliki inspirasi untuk menjadikan getah damar sebagai pot-pot bunga.  Tak hanya Simon yang terinsiprasi untuk memanfaatkan getah damar menjadi produk yang bernilai jual.  Jika melirik pasar eksport, damar menjadi salah satu primadona komoditi eksport asal tumbuhan asli Indonesia.  Diberbagai negara damar dimanfaatkan sebagai campuran lak dan vernis, perekat pada penambal gigi, dan perekat plester. 

Reporter : Nsd
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018