Thursday, 23 September 2021


Ditjen Perkebunan Cetak Petani Milenial Kakao

14 Sep 2021, 21:58 WIBEditor : Yulianto

Petani kakao melakukan proses sambung pucuk pada tanaman kakao | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian saat ini mendorong lahirnya petani milenial. Bahkan hingga tahun 2024 diharapkan tercetak 2,5 juta petani milenial.

Di subsektor perkebunan, salah satu contoh petani milenial adalah Rasinki dari Manokwari Selatan, Papua Barat. Dirinya mendapatkan salah satu intervensi Program Ekonomi Hijau Papua bersama Koperasi Eiber Suth Cokran untuk menjamin keberlanjutan produksi 12 klon kakao unggulan di daerah itu.

Mereka dibina khusus dalam kelas mingguan tentang cara sambung pucuk dan manajemen kebun. Hingga saat ini terdapat 12 petani milenial yang mengikuti pelatihan dan masih dibuka untuk 13 kampung di sekitar koperasi Eiber Suth Cokran.

Petani milenial lainnya adalah Kadek Surya dari Tabanan Bali. Bahkan Kadek telah dinobatkan sebagai Duta Petani Milenial. Dirinya mengembangkan Cau Chocolate hingga tembus pasar dunia.

Kadek bersama timnya mengkaji hubungan antara imunitas tubuh melawan Covid-19 dengan coklat sehat (dark chocolate) melalui kerjasama dengan dokter ahli gizi, sehingga ekspor tetap jalan di masa pandemi ini. Kebanyakan order untuk program organik raw cacao powder, organic new cocoa nibs, organic raw cocoa butter sebanyak 3 kali setahun.

Petani milenial adalah petani berusia 19-39 tahun atau petani yang tidak dalam range umur tersebut tetapi berjiwa milenial, tanggap teknologi digital dan tanggap alsintan. Petani milenial mengadopsi teknologi digital dalam beragam aspek bisnis dan membawa pembaruan dalam pembangunan pertanian ke depan.

Endy Pranoto, Koordinator Tanaman Penyegar, Direktorat Tanaman Tahunan dan Penyegar, Ditjen Perkebunan menyatakan, petani milenial mampu berinovasi dan menggunakan teknologi tepat guna secara efektif dan efisien.

Kementerian Pertanian berkomitmen mencetak petani dari generasi milenial melalui perubahan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Bahkan bagi mahasiswa Polbangtan yang tertarik menjadi agropreneur, pemerintah memberikan bantuan modal.

Program Penumbuhan dan Penguatan petani milenial digerakkan di seluruh provinsi di Indonesia dengan pembagian zone kawasan pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan. Kelompok tani milenial diberikan bimtek dan pendampingan.

Pelatihan yang digelar Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang berhasil mencetak petani milenial di Kecamatan Kaubun, Kutai Timur. Pasca Pelatihan akan dioperasikan 2 pabrik mini pengolahan kakao dengan produk cocoa powder, cocoa butter, permen kakao dan pengolahan limbah menjadi biogas.

Reporter : Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018