
Petani kopi Sinjai
TABLOIDSINARTANI.COM, Sinjai---Petani kopi di Dusun Balantieng, Desa Bonto Tengnga, Kecamatan Sinjai Borong semringah. Pasalnya, bantuan bibit dari Pemkab Sinjai di bawah kendali Bupati Andi Seto Asapa (ASA) telah dirasakan manfaatnya.
Ketua Kelompok Tani Balantieng, M Basri, mengatakan, pada tahun 2020, mereka menerima bantuan ribuan bibit kopi dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sinjai.
Bantuan tersebut sangat dibutuhkan para petani di tengah sulitnya perekonomian masyarakat akibat wabah pandemi Covid-19. Salah satu dampaknya adalah sulitnya petani melakukan pengadaan bibit. “Kami sangat bersyukur, kami bisa tanam kopi berkat bantuan bibit dari Pemerintah,” ungkapnya, Rabu (15/6)
Basri mengaku telah merasakan manfaat dari bantuan itu. Sejak Maret tahun ini petani di desanya telah memetik lalu dijual kepada pengepul. “Alhamdulillah kami sudah nikmati hasilnya, semoga tahun ini kami kembali mendapat bantuan,” tambahnya.
Tanaman kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Kecamatan Sinjai Borong, khususnya di Desa Bonto Tengnga. Masyarakat setempat fokus menggeluti budidaya ini untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Sementara itu, Direktorat Perbenihan, Ditjen Perkebunan membuat standar kebun benih induk, termasuk pada benih kopi. Hal ini agar benih yang beredar dimasyarakat dapat dibudidayakan secara maksimal sesuai good agriculture practices (GAP).
Standar kebun induk ini menjadi penting mengingat tidak sedikit lahan kopi yang harus diremajakan dan ada beberapa tempat pengembangan areal kopi. Harus diakui permintaan kopi, baik didalam ataupun luar negeri masih cukup tinggi, meskipun ditengah pandemi.
Artinya, ketersediaan varietas unggul di sentra perkebunan menjadi kunci utama keberlanjutan perkebunan kopi di Indonesia. Saat ini telah ada upaya membangun kebun sumber benih. Sayangnya tidak semua kebun yang ada sesuai dengan standar yang berlaku.