
Mamak Manokwari Selatan tengah memilah biji cokelat
Papua Barat – Kakao sudah melekat erat dengan kehidupan warga Desa Abreso, Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat. Tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi juga menjadi perhatian Pemerintah Daerah Manokwari Selatan.
Lewat laman http://balitbangda.papuabaratprov.go.id/ coklat lokal papua kembali mendunia. Salah satu perusahaan coklat di Bali menggunakan 75 persen coklat hitam ransiki sebagai produk unggulannya. Ada lagi coklat dengan label Pipiltin Cocoa yang memanfaatkan coklat ransiki.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat secara aktif mendukung pengembangan komoditi coklat yang ada di Ransiki dan berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan coklat di Papua Barat. Berbagai promosi tingkat nasional maupun internasional telah dilakukan. Seperti, Pertemuan Investasi Hijau di Sorong, pelepasan perdana ke negara-negara Eropa sebanyak enam ton biji kakao kering dengan tujuan negara-negara Eropa.

Dalam upaya peningkatan nilai tambah kakao dan produk olahan Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Perusahaan Cokelat Pipiltin Cacao di Jakarta, memperkenalkan Cokelat Ransiki 72 persen single origin.
Terjalinnya kerjasama dengan berbagai pihak mewajibkan para petani coklat untuk terus berkomitmen menanam dengan sepenuh hati. Salah seorang penikamat coklat ransiki, Aji sampai rela turun ke lapangan untuk sekedar mengetahui berapa banyak kakao yang petani hasilkan. “Dengan luas lahan 140 hektar, setiap bulannya dapat menghasilkan rata-rata tiga ton kakao berkualitas yang dapat menembus pasar dunia,” sebut pria yang kini tinggal di Ibukota Provinsi Jawa Tengah.
Lantas bagaimanakah rasa coklat ransiki ini?cokelat Ransiki mempunyai rasa yang tak hanya unik tapi juga enak dan gurih. Ketika mencicipi cokelat tersebut, kita akan menemukan rasa umami alias merangsang seluruh reseptor rasa di lidah. Ada rasa creamy, nutty, bahkan earthy flavor. Rasa creamy yang dihasilkan oleh cokelat Ransiki memberi kesan seolah ditambah dengan susu. Padahal, tidak ada penambahan susu ke dalam Ransiki.
Penasaran ingin mencoba?