Sunday, 06 September 2026


Ironi, Serangan Penyakit Karet Meningkat saat Harga Lateks Tinggi

04 Oct 2021, 12:54 WIBEditor : Gesha

Petani Karet

TABLOIDSINARTANI.COM, Tabalong --- Komoditas karet merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan di wilayah Kalimantan selatan. Komoditas turun temurun ini berpengaruh signifikan  terhadap pendapatan petani karet. Disaat harga lateks tinggi mencapai Rp. 11 ribu - Rp. 12 ribu atau dua kali lipat dari harga sebelumnya, petani karet justru menjadi risau.

"Produksi lateks yang diterima kami cendrung menurun, karena produksi hanya mencapai 50 persen dari biasanya," ungkap Ketua Gapoktan Bhima, M Yani dari Desa Masukau Kecamatan Murung Pudak  kabupaten Tabalong yang merupakan wilayah binaan BPP Maburai. Merosotnya hasil produksi ini karena ada serangan hama tanaman karet yang mencapai 90 persen serangan di BPP Maburai.

Tak hanya Yani sendiri, para petani karet dari Mekar Subur, Mekar Tani,  Harapan Indah dan Karya Tani juga merasakan hal yang sama. Begitu juga yang dialami lima kelompok tani ( Sumber Makmur, Tani Jaya, Suka Tani, Tunas Muda Karya dan Karya Tani) serta ketua  Gapoktan “Karya Usaha Tani” (Jumali) di Desa Seradang  Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong yang merupakan wilayah binaan BPP Kembang Kuning dengan serangan merata terutama pada tanaman karet yang belum menghasilkan dan menghasilkan.

Menurunnya produksi lateks ini dirasakan petani selama dua tahun terakhir, yakni tahun 2020-2021. Adapun gejala serangan terlihat  dari tanaman karet mengalami gugur daun yang tidak seperti biasa (lebih dari 3 kali) dan pada daun terlihat bercak-bercak yang cukup merata.

Berdasarkan informasi yang diperoleh  dari Penyuluh Pertanian dan POPT, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tabalong meminta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan dan BPTP Balitbangtan Kalimantan Selatan untuk Bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi. Dari hasil monev dinyatakan bahwa tanaman terserang penyakit gugur daun yang disebabkan Jamur Pestalotiopsis sp. dengan intensitas serangan sedang menuju berat. Daun sebagai dapur membuat makanan berkurang inilah yang membuat produksi lateks menurun.

Selain itu ditemukan juga penyakit Jamur Akar Putih pada tanaman karet muda di kecamatan Haruai yang berakibat tanaman tumbang dan mati. Oleh karena itu perlu perhatian yang serius terutama dalam hal pemeliharaan tanaman seperti pemberian pupuk harus tepat waktu, tepat jenis,  tepat jumlah, tepat cara dan terlebih tepat dosis, hingga sanitasi kebun.

Bahkan, Early Warning System lebih ditingkatkan baik ditingkat petani maupun petugas dan perlu dilakukan pengendalian sesuai tingkat intensitas serangan di lapangan. Koordinasi dan komunikasi yang intensif antara petani, petugas lapang dengan instansi terkait merupakan impact point untuk keberhasilan dalam pengendalian serangan penyakit ini hingga mampu meminimalisir kerisauan petani karet.

 

 

Reporter : Sri Hartati
Sumber : /Penyuluh Pertanian Madya Balitbangtan BPTP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018