Sunday, 24 October 2021


Miliki Potensi, Budidaya Nilam dan Olahannya di Lhoong Aceh Besar Perlu Inovasi

07 Oct 2021, 11:01 WIBEditor : Gesha

Hamparan nilam di Lhoong Aceh Besar | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Besar --- Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia, melaksanakan Program Implementasi Inovasi Nilam di Desa Geunteut Lhoong Aceh Besar. 

"Dalam 6 bulan terakhir Desa Geunteut telah dipilih oleh ARC sebagai desa binaan ARC-USK sampai beberapa tahun ke depan. Pemilihan ini didasarkan pada potensi Geunteut yang memiliki sejarah nilam di masa lalu, juga semangat dan kekompakan masyarakatnya yang luar biasa," ungkap Koordinator Lapangan Program Nilam Lhoong, Elly Sufriadi.

Elly menambahkan, ARC Syiah Kuala mengimplementasikan Inovasi Sustainable Farming Nilam, from Seed to Seal ini dengan mengembangkan pembibitan nilam, budidaya nilam dengan fertigasi (ferilisasi-irigasi),  pengembangan rumah kompos dengan zero waste technology, pembangunan shelter dan ketel penyulingan nilam, pengembangan produk turunan dan berbagai program pelatihan yang mencakup pembibitan, budidaya, fertigasi, pembuatan kompos, penyulingan, produk turunan, kelembagaan masyarakat desa dan program desa wisata nilam dengan nama Geunara atau Geunteut Nilam Aceh Raya.

"Hari minggu lalu, saat pelaksanaan panen nilam di Geunteut, dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai camat, Ketua mukim, Keusyik Baroeh Geunteut dan Teungoh Geunteut, Tokoh masyarakat yang juga Anggota DPRA, serta tokoh-tokoh pemuda. Ini menunjukkan kekompakan masyarakat yang luar biasa. Kekompakan masyarakat membuat kami semakin bersemangat dan yakin untuk terus mengembangkan nilam sehingga memberi pendapatan untuk masyarakat," ujar Elly Sufriadi yang juga merupakan Sekretaris ARC USK.

Full team ARC pun berkesempatan hadir di Gampong Geunteut untuk melaksanakan panen bersama, Minggu (03/10). Turut hadir Wakil Rektor 4 USK, Prof. Hizir, Kepala ARC, Syaifullah Muhammad, Ahli penyakit tanaman Prof. Rina, sejumlah doktor peneliti nilam ARC dan mahasiswa.

Camat Lhoong, Rauza yang hadir saat acara panen bersama, menyambut gembira program yang dilaksanakan oleh ARC dan BRIN ini. "Semoga masyarakat Lhong khususnya di Desa Geunteut dapat menggunakan kesempatan ini, menyerap ilmu pengetahuan dari Pakar Universitas Syiah Kuala terkait nilam, untuk maju dan meningkat kesejahteraaannya. Lhoong memiliki nilam peninggalan indatu, yang bisa dikembangkan kembali. Melalui Program Geunara : Geunteut Nilam Aceh Raya, diharapkan nilam Lhoong akan kembali jaya dimasa yang akan datang", tuturnya.

Inovasi Olahan

anen nilam yang dilaksanakan ini dibarengi oleh survey dan pengukuran debit air untuk perencanaan pembangunan pembangkit listrik mikrohidro dengan memanfaatkan tenaga air. Tim ARC, Dr. Muhibbudin yang telah berpengalaman dalam merancang dan memasang mesin listrik mikrohidro turun langsung untuk melakukan esesmen lapangan. Dari survey ini dinyatakan bahwa debit airnya sangat mencukupi utk membuat mikrohidro untuk penerangan dan penggerak pompa untuk irigasi kebun nilam masyarakat.

Nilam yang dipanen selanjutnya akan dibawa ke ARC untuk disuling, kemudian diproses lebih lanjut menjadi hi-grade patchouli dengan teknologi distilasi vakum dan kemudian digunakan sebagai bahan fiksatif untuk parfum.

Saat ini, sudah 4 tahun harga nilam  stabil sehingga ada kepastian masyarakat untuk mendapatkan uang dari hasil penjualan minyak. Hal ini tidak terlepas dari peran ARC yang mampu melakukan proses molecular distillation untuk memurnikan minyak nilam dari unsur pengotor sekaligus meningkatkan kadar Patchouli Alkohol (PA) dari minyak nilam. Dengan kandungan PA lebih dari 60 persen, maka fungsinya sebagai fiksatif (pengikut aroma) akan efektif dan efisien.

Program ARC di Lhoong dengan dukungan BRIN mengembangkan pembibitan hingga produk akhir parfum dan turunan lainnya. Produk akhir ini diharapkan akan dipasarkan untuk market lokal, nasional dan internasional. 

Wakil Rektor 4 Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Hizir dalam sambutannya menyampaikan komitmen USK untuk terus membantu masyarakat melalui Inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi agar komoditas unggulan seperti nilam dapat memberi nilai tambah. USK memiliki tugas Tri Dharma Perguruang Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Tugas ini menuntut hilirisasi iptek agar bisa dirasakan manfaatnya bagi pembangunan masyarakat.

"USK memiliki pusat-pusat Inovasi berbasis penelitian yang bisa dimanfaatkan untuk menjawab kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat. ARC-PUIPT Nilam salah satu pusat Inovasi USK berbasis atsiri yang dapat berkontribusi bagi ekonomi lokal dan nasional, karena nilam dan atsiri lainnya adalah komoditi ekspor yang akan berdampak pada neraca perdagangan Indonesia" lanjut Hizir.

Anggota DPRA Abdurrahman, yg juga merupakan tokoh masyarakat Lhoong yang hadir pada acara tersebut juga menyampaikan antusiasnya terhadap program nilam Lhoong yang digagas ARC. Abdurrahman ikut berjalan kaki kepuncak Glee Geunteut bersama tim ARC untuk melakukan panen bersama nilam masyarakat. 

"Ini program luar biasa dari kampus kebanggaan masyarakat Aceh. Hari ini banyak profesor dan doktor, para pakar yang hadir ke Geunteut Lhoong. Ini sungguh rahmat Allah SWT untuk masyarakat Lhoong. Tidak mudah menghadirkan para ahli ke desa. Program ini harus berhasil. Masyarakat harus kompak. Kita akan gerakan berbagai sumber daya termasuk dari DPRA untuk mensukseskan program yang luar biasa ini" pungkas Abdurrahman, yang merupakan anggota DPRA dari Partai Gerindra ini.

P

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018