Monday, 06 December 2021


Kisah Joni Asmara Meminang Istri dari Hasil Pinang

18 Oct 2021, 08:30 WIBEditor : Gesha

Bersama sang istri di depan rumahnya | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh  -- Pinang yang dibudidayakan Joni Asmara ternyata menjadi andalannya meminang sang istri beberapa tahun silam. 

"Saya tak pernah menyangka kalau menanam Pinang bisa menghasilkan gaji 8 juta per bulan, melebihi gaji pegawai negeri golongan empat," ungkap Joni Asmara memulai ceritanya kepada tabloidsinartani.com.

Mengapa memilih pinang? Joni menjelaskan, menaman pinang  karena kerjanya santai tidak perlu perawatan khusus. Sementara buahnya tak pernah putus. Selalu berbuah setiap hari dan tidak tergantung pada musim. "Dalam sebatang, minimal hasilnya mencapai 15 kg bahkan lebih. Pasalnya hasilnya tak pernah berhenti," ujarnya bersemangat.

Hasil pinang yang telah dijemur kering, dirinya jual kepada pengepul Rp 20 ribu per kilogram. Sementara untuk mengupas Pinang, ia melibatkan para janda yang ada di kampungnya dengan upah Rp 2.000/kg.

Dari hasil menanam Pinang Joni bisa membangun rumah dan membeli sepeda motor. Malah mahar kawin untuk meminang calon isterinya Ratna Furi tahun lalu diperoleh dari hasil kebun Pinang. "InsyaAllah kedepan jika uang tabungannya sudah cukup saya juga akan membeli mobil untuk mengangkut Pinang," cetusnya.

Dirinya mengenang, kala berusia 13 tahun joni kecil sudah mulai diajak sang Ayah untuk berkebun. Hatinya sempat dongkol ketika diajak menanam Pinang di kebun dekat rumahnya, lorong 4 Gampong Teladan, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar.

"Waktu itu penanaman dilakukan pada lahan 0,5 hektar dan tidak beraturan, tapi sekarang sudah saya menjadi 1 hektar dengan jarak tanam 3 x 3 meter," imbuhnya.

Tak pelak alumni SMAN 1 Seulimum tahun 2008 ini pernah berhenti kuliah saat sedang menyusun tugas akhir di Akademi Manajemen Komputer karena ayahnya sakit dan tak sanggup membiayai studinya.

Pada tahun 2016, hatinya sempat hancur dan jiwanya terpukul saat sosok Ayah yang dibanggakannya wafat. Ia pun terpaksa mengambil alih tanggung jawab menafkahi keluarganya.

"Saya merasa sedih sekali kenapa dulu tidak serius menuruti ajakan Ayah untuk berkebun," kenangnya dengan air mata berlinang.

Trik Tanam

Joni Asmara alias Bang Joni (33) merupakan ketua bidang kepemudaan di LSM Lembaga Seulawah Aceh (LSA) yang diketuai Ichsan dan TM. Zulfikar mantan direktur Walhi Aceh selaku pembina. Menurutnya, sejak ditanam hingga berumur empat tahun Pinang sudah mengeluarkan buah. Sambil menunggu produksi lanjutnya, juga menanam pisang dan sayuran. Namun setelah mengetahui Pinang sangat menguntungkan, maka semua lahan sekarang sudah ditanami Pinang.

Joni menyebutkan bibit Pinang yang ditanam menggunakan varietas lokal "Bak Paneuk" diperoleh dari masyarakat sekitar. "Istilah Bak Paneuk (Red Pohon pendek), karena pada umur dua tahun sudah mulai belajar berbuah, padahal tingginya baru 2 meter," jelasnya.

Anak pasangan Ramli (alm) dan Siti Weni mengungkapkan dalam menjaga kualitas, pinang yang sudah dikupas perlu dijemur sekali lagi sebelum dijual.

Selain itu, ia juga aktif melakukan pembibitan untuk dijual kepada masyarakat dengan harga 5.000/batang. Bagi yang berminat dapat menghubunginya melalui nomor WA. 0852-6244-8244

Anak kedua dari tiga bersaudara yang pandai bergaul mengajak pemuda untuk selalu berfikir kritis dan positif. Manfaatkan masa muda untuk terus berkarya, tak perlu menunda. "Karena masa depan itu... harus dijemput mulai dari sekarang," tuturnya berfilosofi.

Joni mengakhiri ceritanya dengan penuh syukur, karena ia telah berhasil membahagiakan ibunya. Walaupun ukuran bahagia bukan diukur dengan harta benda, paling tidak ia sekarang sudah bisa membiayai ibunya yang sedang sakit sakitan.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018