Monday, 06 December 2021


Pabrik Teh Sidamanik,  Mempertahankan Saksi Sejarah Teh Simalungun

20 Oct 2021, 21:26 WIBEditor : Yulianto

Pabrik teh Sidamanik | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Simalungun---Teh menjadi komoditas perkebunan yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara melalui ekspornya. Sayangnya kini banyak industri teh milik perusahaan negara yang kembang-kempis mempertahankan diri.

Salah satu pabrik teh Sidamanik di Kabupaten Simalungung yang merupakan unit usaha PTPN IV. Perkebunan teh ini yang berdiri sebelum Indonesia Merdeka ini didirikan VOC (Vereenigde Oodt-Indische Compagnie). Pada Tahun 1917 Nedherland Maskapai NV NHM mendirikan perkebunan Bah Butong Sidamanik dan pabrik  the pertama tahun 1927.

Askep Unit Pengolahan Teh PTPTN IV, Hendrik Ketaren  mengatakan, pabrik teh Sidamanik ini adalah peninggalan sejarah bangsa Indonesia yang harus dipertahankan. Selama ini pabrik teh Bah Butong telah memproduksi teh dengan cita rasa lebih kuat atau pekat. “Bahkan teh Bah Butong disenangi pasar Eropa seperti Belanda,” katanya.

Sedangkan teh yang diproduksi pabrik Tobasari menurut Hendrik, rasanya lebih ringan, tetapi dengan aroma lebih kuat. Saat ini pabrik teh Tobasari telah memproduksi white tea, namun belum diluncurkan.

White tea kata Hendrik, mempunyai manfaat sebagai antioksidan, memberikan kesegaran tubuh yang prima, mencegah obeaitas dan membatasi penyebaran sel kanker. “White tea ini harganya mencapai Rp 2 juta/kg, sehingga untuk bisa membelinya harus memesan dahulu,” katanya.

Saat ini unit usaha  Teh  PTPN IV mengelola lahan 6.000 ha yang ini ditanami teh sekitar 4.500 ha. Produksi teh dari dua pabrik Bah Butong dan Tobasari sebanyak 150 ton/hari dan 30 ton dalam keadaan kering

Komisaris PTPN IV, Atas Wijiyanto mengatakan, pemasaran teh dari pabrik Butong dan Tobasari dilakukan baik secara retail (eceran) atau bentuk bahan bulking. Karena pabrik ini hanya untuk memproduksi sesuai kebutuhan. Sedangkan pemasaran produk teh berkantor di Pusat PTPN IV Kota Medan.

Dalam pemasaran teh, Atas mengatakan, pihaknya akan bermitra dengan PT. Agro Jaya Madani. “Kami harapkan mitra sungguh-sungguh untuk memasarkan teh Sidamanik, sehingga ke depan pabrik yang telah tutup dapat buka kembali sebagai tempat packaging dua pabrik Bah Butong dan Tobasari,” kata Atas yang didampingi  Harmaini Sitorus, Dirut  PT Agro Jaya Madani (AJM ) saat berkunjung  ke Pabrik Teh Sidamanik, Selasa (19/10).

Reporter : RE. Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018