Monday, 06 December 2021


Dari Minyak Nilam Menjadi Aneka Kosmetik

24 Oct 2021, 19:16 WIBEditor : Gesha

Minyak Nilam multifungsi | Sumber Foto:Istimewa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Minyak ekstrasi nilam ternyata potensial untuk menjadi bahan baku aneka kosmetik. Inilah yang tengah dilakukan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala. 

"Untuk menghasilkan minyak nilam ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, mulai dari daun dan batang dikering anginkan, tidak langsung terkena matahari, pencincangan dengan ukuran 4 - 5 cm dan pengepresan. Setelah itu dimasukan ke dalam ketel/tempat penyulingan," ungkap Ketua ARC, Dr Syaifullah Muhammad saat koordinator dan tim Duta Petani Milenial Andalan (DPMA) Kementan wilayah Aceh, meyambangi Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. 

Lebih lanjut Syaifullah mengatakan, hasil penyulingan lanjutnya diproses lagi ketahap permurnian dengan teknologi distilasi vakum sehingga menghasilkan minyak nilam yang berkualitas tinggi (hi-grade patchouli) dengan kandungan Patchouli Alkohol (PA) 35 - 80 persen, hingga berbentuk kristal dengan PA100 persen. 

Bahan tersebut kemudian diolah lagi menjadi produk turunan lainnya seperti parfum, sanitizer, desinfektan, sabun, aroma terapi, lotion dan lain-lain yang siap untuk ditindaklanjuti proses komersialisasinya.

Sementara bahan baku nilam diperoleh selain dari lahan kebun percobaan ARC ada juga lahan kerjasama dengan petani Aceh berbagai daerah, seperti Aceh Jaya, Aceh Selatan dan Aceh Besar serta daerah lainnya.

"Kita harus terus membina petani agar kemampuan pembibitan, budidaya, perlakuan panen dan pascapanen hingga penyulingan semakin meningkat," jelas Syaifullah. 

Syaifullah menambahkan, jika saat penjemuran tidak sempurna, maka akan menghilangkan kadar minyak sampai 30 persen bahkan bisa lebih. 

Pendampingan Petani Nilam

Dijelaskannya, perlu adanya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan pendampingan teknis termasuk budidaya, perawatan dan penanganan pasca panen, penggunaan bibit unggul serta pengetahuan terkait kelembagaan petani dan pasar nilam internasional. 

"Pendampingan kepada petani sangatlah perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil dan produksi, serta memasarkannya ke market yang lebih luas. Di sini peran anak muda terdidik yang terhimpun sebagai petani milenial menjadi sangat penting," ungkapnya.

Karena itu, dirinya menyambut baik dan memberikan edukasi terkait produksi serta turunan dari minyak nilam (atsiri) yang siap dipasarkan dan mengajak DPMA Wilayah Aceh untuk bekerjasama.

ARC siap memberi pelatihan kepada DPMA dalam transfer iptek dan pendampingan untuk  pengembangan usaha berbasis minyak nilam dan atsiri lainnya.  Menurutnya, peran milenial sangatlah besar dalam mengembangkan tanaman ini. 

Sehingga, ARC lebih fokus ke riset sedangkan untuk menjalankan bisnis dilakukan melalui koperasi dan UMKM mitra. "Setiap UMKM berbasis minyak atsiri, silahkan menjadikan ARC sebagai Research and Development-nya (R & D). R & D dalam bisnis akan berat untuk UMKM, bermitra dengan lembaga riset kampus adalah salah satu solusinya" urai Syaifullah yang juga Ketua Badan Bisnis USK ini.

Syaifullah mengharapkan agar para milenial dapat mengambil peran penting dalam pengembangan nilam Aceh mulai hulu hingga hilir. 

"Kedepan, ekosistem tata niaga nilam yang sehat akan dapat membantu petani, penyuling, pengumpul dan pelaku industri nilam lainnya dalam hal pemasaran, sehingga semua pihak mendapat keuntungan yang wajar dari industri nilam ini" tutupnya.

Sementara Marzukri memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada ARC yang telah memberikan informasi terkait inovasi teknologi penyulingan minyak nilam. Pihaknya sangat senang dan bangga atas sharing ilmu dan wawasan serta terbukanya peluang kerjasama baik budidaya maupun pemasaran minyak Atsiri. "Kami siap melibatkan seluruh duta petani milenial kabupaten/kota di Aceh untuk bekerjasama dengan ARC," ujar Ukri.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018