Monday, 06 December 2021


Manfaatkan Kawasan Hutan, Petani Rongkong Budidayakan Kopi

26 Oct 2021, 17:18 WIBEditor : Yulianto

Bupati Luwu Utara, Indah | Sumber Foto:Suriady

TABLOIDSINARTANI.COM, Luwu Utara —Mengantongi ijin hutan kemasyarakatan, Ridwan, salah satu petani di Rongkong memanfaatkan lahan seluas 5 hektar (ha) untuk menanam kopi di Desa Limbong tepatnya di wilayah Uro. Berkat dukungan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, SK Kementerian Kehutanan terbit sejak 2018 lalu untuk memanfaatkan lahan kawasan hutan.

“Prosesnya cukup lama selama beberapa tahun, ini tentu tidak lepas dari bantuan dan dukungan ibu bupati, juga Pemerintah Kecamatan dan Desa. Jadi ini salah satu kesyukuran kami khususnya masyarakat Desa Limbong yang memanfaatkan lahan di sini,” kata Ridwan, saat menggelar syukuran yang dihadiri langsung orang nomor satu di Luwu Utara bersama Ketua DPRD Basir, Anggota DPRD dari Fraksi Hanura, dan beberapa pimpinan perangkat daerah.

Terkait hasil panen, Ridwan menyebut bisa mencapai 7 ton/musim. Di atas lahan sekira 5 ha, dirinya menanam kurang lebih 12.000 bibit kopi yang didominasi kopi Arabica. Jadi, per hektar mencapai 2.500 bibit dengan hasil sekitar 7 ton/musim dengan nilai Rp. 100 juta. "Dalam setahun itu biasanya 3 musim atau 3 kali panen sehingga kami sangat bersyukur karena hasilnya sangat memuaskan,” katanya Ridwan.

Sementara itu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menegaskan, ijin yang diberikan hakikatnya adalah pemanfaatan lahan. Lahan ini tidak boleh disertifikatkan, karena sifatnya pinjam pakai dalam kurun waktu tertentu. Kalau hutan kemasyarakatan (HKm) 35 tahun dan Perhutanan Sosial (PS) itu 30 tahun.

"Ini penting untuk kita ketahui, jangan sampai ada yang menyebut ada perambahan di kawasan hutan. Untuk PS, ada tiga di desa di Rongkong yaitu Kanandede, Pengkendekan dan Rinding Allo. Kemudian 1 desa untuk HKm," kata Indah.

Terkait 5 skema reforma agraria, Indah berpesan agar masyarakat betul-betul mengikuti aturan pemerintah. Karena itu Indah berharap ingin masyarakat yang berada di kawasan hutan tidak dirugikan dan tidak dikejar-kejar polisi hutan jika mengelola lahan.

Karena ijinnya sifatnya berkala dan berkelompok, Indah menegaskan nantinya ada evaluasi dari kementerian melalui instansi yang ada di bawahnya untuk memantau ijin yang diberikan tidak disalahgunakan. "Sekali lagi kami mengimbau untuk betul-betul mengikuti aturan, agar apa yang kita nikmati hari ini bisa berkelanjutan,” pinta Indah yang pada kesempatan tersebut langsung memanen kopi. 

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018