Monday, 06 December 2021


Berkualitas Tinggi, Nilam Petani Aceh Selatan Dibeli Rp 610 ribu/kg

08 Nov 2021, 14:11 WIBEditor : Gesha

Ketua Inovac, Khairan (Kanan) dengan Halim Anggota KINAS. | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh--- ARC-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Koperasi Inovasi Nilam Aceh (Inovac) kembali membeli nilam dari Kluet Tengah Aceh Selatan seharga Rp. 610.000 per kilogram dan akan diproses lebih lanjut menjadi fiksatif parfum. 

“Saya berterima kasih, karena ARC membeli minyak nilam masyarakat dengan harga yang baik dan wajar. Bahkan lebih baik dari harga beli di Medan. Ini sangat penting untuk menjaga semangat petani nilam di Aceh” ujar Ketua Koperasi Industri Nilam Aceh Selatan (KINAS) Aceh Selatan, Muksin saat mengantarkan langsung minyak nilam sebanyak 100 kg ke ARC di Kampus USK Darussalam Banda Aceh.

Pembelian dengan harga ini, diakui Muksin bisa menambah geliat  masyarakat dari bertani dan menyuling nilam. Menurut Muksin, ARC kembali memperlihatkan komitmen dan pemihakannya kepada petani sehingga petani nilam Aceh khususnya di Aceh selatan tetap bersemangat menanam nilam.

Muksin menambahkan, KINAS akan tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas dan  meningkatkan produksi nilam Aceh Selatan agar bisa berkontribusi untuk peningkatan ekonomi masyarakat “Harapan kami kepada ARC, teruslah berbuat dan berpihak kepada masyarakat kecil, jangan lelah membantu petani nilam Aceh”, pungkas Muksin. 

Sementara itu, Sekretaris ARC, Elly Sufriadi mengharapkan agar masyarakat semakin giat menanam nilam dengan menerapkan good agriculture practices sehingga kualitas dan kuantitas nilam Aceh dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. 

“ARC melalui Inovac membeli minyak nilam masyarakat dan memproses lebih lanjut menjadi hi-grade patchouli dengan vacuum distillation untuk proses purifikasi dan peningkatan kadar Patchouli Alkohol (PA) dari minyak nilam sampai PA>60%” jelas Elly yang juga kandidat Doktor bidang kimia ini.

ARC banyak mengembangkan riset produk turunan nilam yang menggunakan hi-grade patchouli, sehingga akan tetap memerlukan banyak minyak nilam dari masyarakat. "Yang terbaru adalah serum prototype antiaging dengan komponen aktif minyak nilam yang rencananya akan di launching akhir bulan ini. Program ini merupakan Riset Prioritas Nasional (PRN) yang didanai oleh pemerintah,” tutup Elly.

Sebagaimana diketahui minyak nilam Aceh sangat diminati oleh market internasional karena aromanya yang khas, kandungan PA-nya yang tinggi dan bilangan asamnya yang rendah.  Karakteristik unik ini menyebabkan nilam Aceh memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada 2012 dari Depkumham RI. Di pasaran internasional harga minyak nilam relatif stabil pada angka USD.54-60 per kilogram sehingga sangat potensial untuk menjadi pendapatan petani, penyuling, pengumpul dan eksportir secara berkelanjutan. Dengan setiap stake holders mendapatkan margin keuntungan yang wajar, maka ekosistem tata niaga nilam akan semakin baik, stabil dan berkelanjutan. 

Jaga Kualitas

Sementara itu, Ketua Koperasi Inovac, Khairan Yusuf yang membeli langsung minyak nilam dari petani menyampaikan apresiasinya agar petani penyuling menjaga kualitas nilam yang diproduksi. 

“Jangan campur minyak nilam dengan minyak apapun, termasuk minyak krueng, karena pasti akan terlacak dengan menggunakan instrument Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GCMS)” ujar Khairan, meyakinkan.

Khairan menambahkan, Inovac akan terus mengkomersialisasikan hasil riset ARC terhadap produk intermediate dan produk akhir dari minyak nilam agar bisa diedarkan untuk digunakan oleh masyarakat. "Beberapa produk turunan hasil riset ARC sudah ada yang dapat izin edar dari Kementrian Kesehatan RI, dan sebagian lagi dalam proses pengurusan ke BPOM. Kami sudah beraudiensi dengan BPOM Aceh dan dalam proses pembinaan agar semua persyaratannya dapat dipenuhi” tutup Doktor Farmasi lulusan Jerman ini.

 

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018