Wednesday, 01 December 2021


Kopi Cilacap Lirik Pasar Dubai

09 Nov 2021, 15:00 WIBEditor : Yulianto

Petani kopi akan didorong berkorporasi | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap---Petani kopi Kabupaten Cilacap selama ini menjual hasil panennya di pasar dalam negeri. Namun kini ada peluang untuk pemasaran ke luar negeri salah satunya Negara Dubai.

Untuk mencapai pasar luar negeri dan memudahkan komunikasi dan koordinasi antar petani kopi, pelaku usaha kopi di Cilacap Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) Kabupaten Cilacap. Sebagai wadah petani kopi di wilayah Kabupaten Cilacap untuk ajang komunikasi dengan dibuatnya Grup WhatsApp (WA).

Pembentukan APEKI berlangsung di Dinas Pangan dan Perkebunan (Dispabun) Kabupaten Cilacap. Jl. Langkap No. 1 Gumilir Cilacap, beberapa waktu lalu. Secara aklamasi terpilih Ketua APEKI Cabang Kabupaten Cilacap, Kardi dari Kelompok Tani Giri Rahayu, Desa Cilumping, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kardi mengatakan, petani kopi di wilayah Kecamatan Dayeuhluhur secara keseluruhan belum banyak yang melakukan petik merah pada saat panen. Karena itu ia berharap pihak Dispabun bidang Perkebunan untuk memberikan pendampingan cara panen kopi petik merah agar lebih berkualitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan (Dispabun) Kabupaten Cilacap Susilan menyarankan untuk menjaga kualitas kopi, petani agar terbiasa saat panen supaya petik merah. Hukumnya wajib petik merah, bagi para petani kopi pada saat panen, agar hasilm panen kopinya berkualitas dan dapat diterima oleh konsumen terutama penikmat kopi di Luar Negeri," sarannya.

Ia juga menghimbau, petani kopi yang sudah tergabung dalam Kelompok Tani di tingkat Desa untuk mengajukan proposal permohonan bantuan dari pemerintah. Kami Dispabun memfasilitasi petani yang membutuhkan bantuan dengan mengajukan Proposal. Dengan harapan bila bantuan tersebut turun, maka petani akan lebih sejahtera," harapnya.

Susilan berharap, dengan terbentuknya APEKI Cabang Cilacap, petani kopi di Kabupaten Cilacap bisa lebih terakomodir dan lebih mudah pembinan untuk petani. APEKI diharapkan dapat menjembatani antara petani kopi dan Pemerintah Daerah (Pemda) Cilacap. "Asosiasi petani kopi ini, baik untuk pasar maupun pembinaan dari Dinas lebih mudah," ujarnya.

Narasumber dalam Pertemuan APEKI Euis Rohaini menjelaskan, peluang ekspor kopi salah satunya Negara Dubai. Saat ini sudah ada pembeli kopi yang mengirim ke negara tersebut dan asli orang Indonesia, sehingga mudah dalam komunikasinya.

"Kami disini sifatnya hanya memberi tahu informasi peluang pasar eksport tersebut. Nanti tindaklanjut sistemnya diserahkan ke petani kopi. Saya berikan identitas Buyer Kopinya agar petani dapat transaksi langsung," jelasnya.

Kegiatan pertemuan petani Kopi Se-Kabupaten Cilacap yakni dalam rangka pelaksanaan kegiatan pencapaian target konsumsi pangan perkapita pertahun. Peserta pertemuan dengan undangan 25 orang dari perwakilan petani kopi dari unsur  Ketua atau Pengurus Poktan.

Selain tu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dari masing-masing Kecamatan tersebut. Petani kopi berasal dari 5 Kecamatan anatara lain, Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Karangpucung dan Cipari.

Reporter : Wasis
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018