Monday, 06 December 2021


Percepatan PSR, GAPKI Usulkan Alternatif Kemitraan

18 Nov 2021, 17:20 WIBEditor : Yulianto

Alternatif kemitraan usulan GAPKI | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Peremajaan sawit rakyat (PSR) menjadi salah satu program unggulan pemerintah untuk memperbaiki kondisi kebun petani. Untuk membantu program tersebut, perusahaan perkebunan sawit mengusulkan beberapa alternatif untuk percepatan PSR.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono mengatakan, permasalahan yang saat ini dihadapi perkebunan rakyat adalah tingginya tanaman sawit rakyat yang sudah memasuki usia non produktif, sehingga produktivitasnya rendah. Karena itu, pemerintah pun menargetkan PSR setiap tahun minimal seluas 180 ribu ha.

“Tapi yang menjadi persoalan dana yang disediakan PSR hanya Rp 30 juta sampai pada Tanaman Baru Menghasilkan (TBM) 1. Pertanyaannya, bagaimaan dengan dana sampai TM (Tanaman Menghasilkan), bagaimana sumber pendapatan pekebun selama tanaman belum menghasilkan?” katanya saat Webinar Pemberdayaan Pekebun Sawit Rakyat di Jakarta, Kamis (18/11).

Menurut Mukti, salah satu dukungan GAPKI adalah pembentukan Satgas percepatan PSR yang melibatkan seluruh anggota GAPKI di daerah. Mereka bertugas melakukan assesment dan pemtaan potensi lahan dan petani PSR disekitar anggota, serta update perkembangan penanaman.

“Kami juga menjadi anggota Poka Penguatan Data dan Peningkatan Kapasitas Pekebun di Kemenko Perekonomian dan bekerjasama dnegan asosiasi petani/pekebun dalam pecepatan PSR, bahkan sudah dilakukan MoU,” tutur Mukti.

Saat ini GAPKI di 13 provinsi dan 68 anggota telah bermitra dengan kelembagaan petani seluas 51 ribu ha. Bahkan jumlahnya terus berkembang. “Kita mendorong perusahaan anggota GAPKI jadi mitar petani. Sebab, kemitaran jadi solusi bantu pekebun rakyat,” katanya.

Mukti mengatakan, ada beberapa usulan alternatif kemitraan untuk percepatan PSR. Pertama, bentuknya pendampingan kultur teknis dengan pembiayaan non avalis dengan mitra kelompok tani dan gapoktan. Dengan syarat sesuai Rekomendasi teknis (Rekomtek), petani/pekebun berdasarkan data CPCL.

Kedua, kontarktor PSR dengan pembiayaan non avalis dan sebagai mitra petani dan gapoktan. Syaratnya sesuai rekomtek dan petani berdasarkan CPCL.

Ketiga, kemitraan satu atap. Pembiayaannya avalis dengan mitra KUD. Petani peserta bisa non rekomtek, sehingga sesuai CPCL atau non CPCL. Begitu juga dengan alternatif keempat yakni kemitraan satu atap, satu siklus. Model pembiayaan dan syaratnya sama dengan kemitraan satu atap.

“GAPKI terus mendorong anggota menjadi mitra petani sawit untuk percepatan PSR, baik bentuknya pendampingan nkultur teknis, kontraktor PSR, kemitraan satu atap atau kemitraan satu atap satu siklus,” tutur Mukti.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018