Saturday, 29 January 2022


Berkualitas, Petani Aceh ini Mampu Kirimkan 15 ton Kakao ke Sulawesi

29 Nov 2021, 12:47 WIBEditor : Gesha

Hasriadi di Kebun Kakao miliknya | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Selaku penggerak, Hasriadi Hasan bersama kelompok dan petani kakao di Aceh baru baru ini berhasil memasarkan kakao 15 ton ke Sulawesi Selatan. Tak tanggung biji kakao hasil fermentasinya memiliki kualitas terbaik yang sebelumnya diperoleh dari tiga kabupaten yakni Pidie Jaya, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

"Biji kakao fermentasi mengandung kadar air 7 - 8 dan berat biji per gram di bawah 100 serta terbebas dari sampah," sebut Hasriadi kepada tabloidsinartani.com ketika ditanya kriteria kakao yang dikirimkannya ke Negeri Angin Mamiri itu. 

Dirinya mengaku telah mengenal perkakaoan sejak tahun 2011 saat bergabung bersama kegiatan Swisscontact baik teknologi hulu dan hilirisasi. "Pertama saya mengenal budidaya Kakao karena ada kegiatan dari Swisscontact," akunya.

Hasil kegiatan ini tidak terlepas dari kerjasama petani di Aceh dan suport dana dari buyer Kudengo Sugata. Pemasaranya juga difasilitasi perusahaan Koltiva. "Kami bersama petani di Aceh bermitra dengan Kudengo Sugata dalam memenuhi 15 ton biji kakao fermentasi selama empat bulan," bebernya.

Menurutnya selama ini Distanbun Aceh juga pernah membantu kelompoknya peralatan sederhana seperti tempat fermentasi, para- para dan mesin pemecah buah serta timbangan. "Walaupun alatnya sederhana, tapi sangat bermanfaat dalam teknologi fermentasi," ujarnya. 

Hasriadi menyampaikan agar lebih bermanfaat dan tepat sasaran, hendaknya dinas/instansi terkait dalam memberikan bantuan perlu selektif. "Tidak hanya memberi bantuan fisik dan pendanaan saja tapi perlu juga pendampingan dan pengawasan," imbuhnya. 

Hasriadi Hasan kelahiran Matang Geulumpang Dua, 2 Nopember 1978 merupakan alumni MAN Banda Aceh tahun 1997 dan sempat melanjutkan kuliah di UIN Ar Raniry. Sebelum bertani kakao sejak 1998 - 2008 ia sempat menjadi pedagang di Banda Aceh. Namun karena kecantol dengan Herawati, gadis desa pilihannya maka tahun 2008 dia putuskan untuk menikah dan mengembangkan tanaman kakao seluas dua hektar. 

Sektor pertanian sangat menjanjikan, alangkah bermanfaat jika ada lahan kita kelola untuk menanam kakao dengan baik. Kenapa harus menanam Kakao karena memang sangat menguntungkan. "Jika kita kelola secara baik dan melakukan fermentasi apapun bisa kita beli," ajaknya.

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018