Monday, 24 January 2022


Coffee Festival, Cara Jatim Menjadi Raja Kopi di Indonesia

14 Dec 2021, 11:35 WIBEditor : Gesha

Stand Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang pd Festifal Kopi Disbun Jatim | Sumber Foto:KISWANTO

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang -- Setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari Perkebunan. Untuk tahun ini, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Malang memusatkan acara peringatan hari Perkebunan tahun ini di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Dau dengan bentuk Coffee Festival. Hal ini dirintis untuk menjadikan Jatim sebagai Raja Kopi di Indonesia 

“Kopi di Kabupaten Malang adalah komoditas yang cukup menjanjikan. Meski berada pada ketinggian di atas 1000 meter DPL, kopi Arabica dengan luasan berkisar 6.000 ha tersebar di 4 lereng gunung, yakni gunung Semeru, Gunung Arjuno, Gunung Bromo dan Gunung Kawi. Sementara kopi Robusta di Kabupaten Malang dengan hamparan luas berkisar 26.000 Ha," ungkap Kadis Tanaman Pangan, Hotikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Budiar. 

Dirinya menambahkan, pangsa pasar kopi di Malang tidak hanya mencakup lokal dan regional, bahkan juga hingga pasar ekspor di Eropa dan Amerika. "Tentu ini harus ditingkatkan seiring dengan pandemi yang mudah-mudahan segera menghilang," tuturnya.

Budiar menyampaikan bahwa keunggulan kopi Kabupaten Malang, lebih organik dibanding dengan komoditas kopi dari Negara pesaing misalnya. “Kopi kita memiliki keuntungan lebih organik, jadi sebagian tersebar di lereng gunung yang tentu memiliki tingkat kesuburan lebih tinggi, karena abu vulkanik dari erupsi gunung di waktau lampau. Jadi kualitas kopinya lebih baik dan provitasnya juga bersaing dengan kopi dari kompetitor," pungkas Kadis yang antusias jika bicara tentang perkopian.

Hal senada disampaikan oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kalipare H. Paidi, SP. Baginya, kopi menjadi minuman favoritnya bahkan sudah menjadi teman dalam berbagai kegiatan sehari-hari. "Saat menerima tamu, saat lagi santai, saat kita bekerja pun, secangkir kopi sudah pasti membuat pikiran jadi lebih fresh dan semangat. Untuk memperingati hari Perkebunan, BPP Kalipare juga sudah siapkan beberapa polibag bibit kopi untuk ditanam di lahan BPP. Ini tentu melengkapi aneka bibit yang sudah kita tanam sebelumnya," tutur Koordinator yang akrab dipanggil Abah.

Melihat peluang dan keunggulan kopi, dirinya melihat gairah perkebunan dan gairah perkopian sepertinya akan makin menggeliat di Jawa Timur. Bahkan Kabupaten Malang tentu ingin berlari lebih cepat dan tidak mau kalah dengan kabupaten dan kota di Jawa Timur lainnya.

Berbagai langkah dan terobosan sudah pasti disiapkan untuk meningkatkan nilai jual dan berkompetisi di tingkat global. Jika seluruh aspek budidaya sudah sesuai SOP, pasca panen pun demikian, petani milenial juga mulai terjun, permodalan disiapkan, infrastruktur dan promosi juga jalan, bukan tidak mungkin Jawa Timur bisa menjadi Provinsi Kopi dan Raja Kopi di Indonesia.

Coffee Festival yang digelar Dinas Perkebunan Jatim ini dilangsungkan di Pan Java Mulyoagung. Work shop kopi dan kakao, stand kopi dan kakao dari beberapa sentra kota dan kabupaten di Jawa Timur dan juga live music untuk makin memeriahkan acara. Protokol kesehatan masih diterapkan, seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker juga.

Reporter : Kiswanto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018