Monday, 24 January 2022


Lihat Potensi Perkebunan Lada, Tim STP UNHAS Berangkat Ke Luwu Timur

15 Dec 2021, 11:21 WIBEditor : Herman

Kunjungan TIM STP UNHAS Ke Perkebunan Lada di Luwu Timur

TABLOIDSINARTANI.COM, Lutim – Potensi lada/merica di Luwu Timur sangat menjanjikan, karena itu Tim Science Techno Park (STP) Universitas Hasanuddin Makassar berangkat ke desa seberang danau Towuti Kecamatan Towuti Luwu Timur untuk melihat perkebunan lada di desa tersebut,

Tim Science Techno Park (STP) Universitas Hasanuddin yang terdiri dari Prof. drg. Mansjur Nasir, Ph.D., Dr. Ir. Mahyuddin, Dr. Sawedi Muhammad, Dr. Mansyur Radjab, M.Si., Suryanto, S.Sos., M.Si., Ir. Bahrun, Sumiati, SP., MM., dan Afrianto, SE. MM berangkat ke Luwu Timur guna melihat potensi lada disana. .

Rombongan berangkat dari Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur sekitar pukul 09:00 WITA. Didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Luwu Timur, Senfry Oktovianus, beberapa Kepala OPD dan Bea Cukai Malili, Tim berangkat menuju dermaga Timampu untuk menyeberang danau Towuti menggunakan Kapal KMP Pangkilang.

Sekitar pukul 11.45 WITA rombongan tiba di Dermaga Desa Tokalimbo, usai ishoma, rombongan langsung bertolak ke kebun merica milik Kepala Desa Bantilang, Ikbal.

Yang menarik, di lokasi ini Prof. drg. Mansjur Nasir, Ph.D. berbincang dengan Kades Bantilang tidak menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah, melainkan menggunakan bahasa Jepang. Dan momen langka itu sempat diabadikan oleh beberapa Kadis.

 tim STP UNhas Kunjungi Perkebunan Lada Luwu Timur

Usai meninjau kebun Lada Kades Bantilang, rombongan kembali melanjutkan perjalanan untuk melihat kebun merica milik H. Baharuddin yang ada di Desa Rante Angin. Disini, rombongan dari Tim STP Unhas juga berbincang dan menanyakan beberapa hal terkait kebun merica milik H. Baharuddin.

Diantaranya, luas lahan, jumlah pohon merica, jumlah pupuk yang dipakai dan jumlah pekerja. “Luas lahan ku ini sekitar 30 hektar dengan jumlah pohon kurang lebih 40.000 batang. Untuk pekerja, per hari ini sebanyak 90 orang. Sementara untuk pupuk itu saya pakai 10.000 sak (30 kg) untuk 2 bulan,” tutur H. Baharuddin saat dimintai keterangan oleh Tim STP Unhas. 

Prof. Drg. Mansjur Nasir, Ph.D. menjelaskan tujuan kunjungan ke beberapa perkebunan lada di Luwu TImur ialah dalam rangka  melakukan kegiatan yang bernama desa inovasi. Dan hal tersebut sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang digunakan di seluruh Indonesia. 

“Unhas dalam hal ini Science Techno Park (STP), ingin memberikan sumbangsih sesuai dengan petunjuk dari mantan Wakil Bupati Luwu Timur, Saldy Mansyur bahwa yang bagus untuk dikembangkan ialah Merica/Lada yang ada di Kabupaten Luwu Timur. Untuk itulah hari ini kami dan teman-teman mengunjungi Desa seberang danau (Bantilang, Loeha dan Rante Angin) untuk mengambil beberapa data terkait budi daya merica ini,” imbuh Prof. Mansjur.

Lebih jauh Prof. Drg. Mansjur Nasir, Ph.D. mengatakan bahwa, setelah semua data dari pemilik lahan merica, kecamatan, PT. Vale dan Dinas Pertanian terkumpul, selanjutnya pihaknya akan mengkombinasikan semua data tersebut.

“Setelah data dikombinasikan, Direktur Science Techno Park (STP) Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. dr. A. Wardihan Sinrang, MS., Sp.And. nantinya akan memperhadapkannya ke Kementerian Perdagangan, dan semoga dengan itu kita bisa dibantu, dimana bantuan tersebut nantinya untuk masyarakat di Luwu Timur. Jadi, STP Unhas hanya menjembatani,” tandas Prof. Drg. Mansjur Nasir, Ph.D.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018