Monday, 24 January 2022


Potensi Besar, Pengembangan Kopi KTI Fokus ke Specialty

15 Dec 2021, 16:41 WIBEditor : Yulianto

Petani kopi | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kerja Formalitas, Ngopi Rutinitas menjadi salah satu slogan yang sering dicetak pada kaos belakangan ini. Menempatkan ngopi di atas bekerja menjadi salah satu indikasi  bahwa si hitam dengan rasa pahit dan aromanya menggoda ini mampu membangkitkan semangat penikmatnya.

Kopi kini menjadi suatu kebutuhan yang tidak boleh ditinggalkan sebelum melakukan aktivitas sehari-hari. Tren konsumsi kopi, baik original maupun olahannya secara umum terus mengalami peningkatan.

Data menyebutkan tingkat konsumsi dunia diperkirakan akan terus meningkat dengan laju 1,5 – 2,5 persen per tahunnya. Namun di sisi lain dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrim diprediksi akan mengganggu produktivitas tanaman kopi, sehingga berdampak pada kurangnya persediaan dan naiknya harga kopi dunia.

Indonesia sebagai negara produsen kopi keempat di dunia memiliki 2 sentra pengembangan tanaman kopi yaitu Kawasan Barat dan Timur. “Kita semua mengetahui bahwa sentra produksi kopi Indonesia Sebagian besar adalah di di Kawasan Barat Indonesia,” ujar Bustanul Arifin, Guru Besar Universitas Lampung saat FGD Arah dan Kebijakan Pengembangan Kopi di Kawasan Timur Indonesia yang diselenggarakan Dewan Kopi Indonesia pada Rabu (8/12).

Mengutip data Ditjen Perkebunan, Bustanul mengatakan, dari luas keseluruhan areal tanaman kopi di Indonesia 1,25 juta ha, ternyata yang berada di Kawasan Timur Indonesia hanya sebanyak 274 ribu ha atau sekira 20 persen. Sedangkan 976 ribu ha lebih ada di Kawasan Barat Indonesia, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu dan Sebagian Pulau Jawa.

Dari sisi produksi, jumlah kopi yang dihasilkan dari KTI hanya 105 ribu ton pertahun dari total 757 ribu ton. Sedangkan dari jumlah keseluruhan petani kopi Indonesia yang tercatat sebanyak 1,88 juta orang, di Kawasan Timur hanya terdapat 445 ribu petani. Terlihat sekali ada gap yang cukup tinggi pada pengembangan komoditas ini pada KTI.

Namun ada point penting dari karakteristik pengembangan komoditas kopi di KTI ini menurut Ekonom Senior INDEF ini, kawasan ini banyak sekali menghasilkan kopi jenis specialty atau khusus dengan kualitas bagus dan cita rasa yang tinggi.

Kopi KTI sesuai untuk memenuhi permintaan kopi berkualitas tinggi dan memasok pasar kopi specialty. Sebut saja Kopi Bajawa Flores, Kopi Kalosi Toraja, Kopi Kintamani Bali, Kopi Wamena dan beberapa jenis kopi spesialti lainnya diproduksi dengan baik di Kawasan Timur Indonesia.

Bustanul menambahkan, karena potensi ekonomi kopi di KTI memang tidak sebesar di KBI, sehingga diperlukan strategi berbeda dalam mengembangkan potensinya. Strateginya adalah pengembangan kopi KTI difokuskan hanya untuk memenuhi pangsa pasar kopi specialty yang berkualitas tinggi, tidak bermain untuk produk massal.

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018