Monday, 24 January 2022


Hari Lapang Tani, Petani Kakao Gembira Berhasilan Kendalikan PBK

29 Dec 2021, 20:50 WIBEditor : Herman

Kegiatan Hari Lapang Tani

TABLOIDSINARTANI.COM, Luwu Utara --- Hari Lapang Tani atau Farmer Field Day (FFD) kembali digelar. Setelah dua tahun vakum akibat pandemi COVID-19, FFD kali ini digelar Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dekat dengan Rainforest Alliance

Kegiatan Hari Lapang Tani atau Farmer Field Day (FFD) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Kamis (23/12). Kegiatan yang dihadiri puluhan petani dari berbagai perwakilan desa se-Mappedeceng ini dilaksanakan di Kebun Kakao yang berlokasi di Desa Ujung Mattajang, Kecamatan Mappedeceng.

Dalam kegiatan FFD, Rainforest Alliance bersama mitra Koperasi Multi Jasa Tani - Simultan melalui Program Tranformasi Kakao (Traksi) Peningkatan Nilai Tambah menunjukkan Demplot Kebun Kakao Peningkatan Produksi dan Pengendalian Hama PBK dan Busuk Buah. 

Kepala Bappelitbangda, Alauddin Sukri, tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas pendampingan yang dilakukan Rainforest Alliance melalui Program Tranformasi Kakao Peningkatan Nilai Tambah bersama mitra Koperasi Multi Jasa Tani - Simultan.

“Kami terima kasih atas pendampingan di Kabupaten Luwu Utara,” ucap Alauddin saat mewakili Bupati membuka kegiatan FFD. Kata Alauddin, demonstrasi teknologi pada kebun demplot salah seorang petani di Desa Ujung Mattajang ini bisa dikatakan sangat berhasil.

Dengan perlakukan lebih dan penambahan bahan organik, Alauddin mengatakan di tanah yang bermasalah pun sekarang bisa tumbuh banyak bunga dan buah di batang, bukan lagi di atas atau di tangkai ujung.

Pada kesempatan itu, Alauddin juga berkesempatan memetik buah kakao hasil demplot. Meski beberapa buah terlihat terserang hama PBK, tapi bijinya tetap baik dan tidak lengket, sehingga layak untuk dipetik.

Diungkapkan Manajer Cocoa Rainforest Alliance, Hasrun Hafid, bahwa sebelumnya kakao Luwu Utara mengalami penurunan produksi. Akibatnya, kata dia, banyak petani mau menebang pohon kakaonya karena unsur hara tanah sudah semakin kecil serta hama penyakit yang sulit ditangani petani.

“Hasil uji tanah di kebun demplot ini percobaan C/N rasio hanya 12,5%, sementara idealnya adalah 15%. Sementara karbon organik dan pH-nya rendah. Olehnya itu, melalui demplot ini, kami telah melakukan intervensi perbaikan kesehatan tanah dan pemenuhan nutrisi tanaman serta mendemonstrasikan praktik perkebunan kakao yang baik,” jelas Hasrun.

Kegembiraan yang dirasakan pemilik kebun hasil demplot, Lamang. Pria 54 tahun ini merasa bersyukur kebunnya dijadikan lokasi percontohan dan pendampingan Program Tranformasi Kakao Peningkatan Nilai Tambah.

“Saya bersyukur kebun ini sudah bagus kembali. Sebelumnya sedikit sekali buah yang dipanen karena banyak busuk buah dan buah keras serta serangan hama tikus,” ungkap Lamang. Namun, ungkap dia, setelah mendapat pendampingan, kondisi kebun kakao mulai berubah.

Lanang ditambahkan, setelah beberapa kali menerapkan teknologi Agrodykye, sekarang banyak bunga yang bermunculan dan sisa buah yang terserang PBK masih bisa dipanen dan tidak keras lagi alias mudah dipisahkan biji kakaonya.

“Begitu juga saya lihat pada buah hitam, kulitnya memang hitam, tapi biji di dalamnya masih bagus dan masih bisa dijual,” cerita Lamang di hadapan puluhan petani kakao.

Pada FFD kali ini, selain mengundang petani di sekitar demplot, panitia juga menghadirkan penyedia teknologi produk kakao untuk bisa berbagi cerita sukses kepada petani. Termasuk mengundag beberapa lembaga keuangan, penyuluh pertanian serta Dinas P2KUKM.

Kegiatan Hari Lapang Tani ini juga memamerkan hasil olahan biji kakao fermentasi dari poktan binaan Koperasi Simultan yang telah berhasil membuat kakao fermentasi, coklat olahan dan minuman dari hasil kebun petani selama didampingi pada program Traksi. 

Ketua Koperasi Simultan, Ponari, mengungkapkan, ada 340 petani yang telah membuat kakao fermentasi yang nantinya bisa dijual ke pasar kakao premium. “Di tahun pertama petani dengan Rainforest Alliance, kami telah melatih sebanyak 340 orang untuk membuat kakao fermentasi,” ungkap dia.

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018