Monday, 08 August 2022


Andaliman Paling Dicari Koki Dunia

04 Jan 2022, 15:16 WIBEditor : Gesha

Andaliman | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Meskipun tidak popular secara nasional, merica Batak atau lebih dikenal andaliman nyatanya punya peminat tersendiri di pasar luar negeri. Bahkan banyak koki dunia dan pemilik restoran yang berani bayar mahal untuk Andaliman.

Berada di kawasan Danau Toba, kurang lebih ada sekitar 100an petani tradisional yang membudidayakan tanaman Andaliman. Marandus Sirait, Ketua Kelompok Petani Andaliman Kecamatan Lumbanjulu menjadi salah satu diantaranya.

Petani Andaliman di Toba, diakui Sirait tengah semangat memproduksi karena Andaliman menjadi komoditas baru di Balai Pertanian Karantina dengan pengiriman ke Jerman pada semester I tahun 2021 ini. “Kita sudah membibitkan sejak tahun 2017. Banyak tergiur dengan tanaman ini. Biasanya kan tumbuh liar begitu saja, belum ada pembibitan. Nah sebelumnya saya juga sudah melakukan penelitian bahwa Andaliman ini bisa dilakukan cangkok ataupun stek pucuk," lanjutnya.

Tahun 2019, para petani sudah mulai memperkenalkan andaliman seperti mengikuti pameran hingga ke luar negeri hingga membuat ajang duta andaliman agar semakin dikenal masyarakat. Sayangnya, saat akan panen raya pada tahun 2020, harapan besar para petani harus pupus saat pandemi melanda.

“Saat Covid-19 itu semua sirna karena tak bisa ada pasar ataupun pengiriman, sehingga banyak kebun yang kita bina itu mati dan tak terurus lagi karena tak diambil buahnya. Kalau tak diambil buahnya ini mengakibatkan kematian tanaman," ujarnya.

Dirinya sebelum pandemi ia dapat menanam 1000 batang pohon andaliman dan kini hanya sekitar 250-300 batang semenjak banyak gagal panen imbas Covid-19. Perlahan namun pasti bersama petani, Sirait memulai lagi membuat pembibitan.

"Andaliman ini tumbuhnya harus di ketinggian 1000 DPL baru bisa bagus. Makanya kalau di tepian danau Toba belum bisa bagus dia, harus di atas bukit-bukit dan harus di tanah lembap tapi subur. Selain itu harus ada pelindung atasnya jadi tidak boleh dia menanam seperti menanam jagung ataupun padi yang langsung kena sinar matahari," jelasnya.

Sirait menambahkan, harga andaliman per Juli 2021 seharga Rp25 ribu per kg untuk andaliman segar dan Rp350 ribu per kg untuk andaliman kering.

Sirait mengakui saat ini mulai untuk merintis ekspor. Beberapa kali dirinya bersama para petani andaliman mencoba mengirim ekspor andaliman ke luar negeri, diantaranya New York, Amerika Serikat. Namun, berbekal dengan pengetahuan mengenai pengiriman ekspor yang minim tanpa adanya pendampingan, sehingga Sirait sempat merasa kewalahan dalam pengurusan ekspor ini.

Pemerintah provinsi Sumatera Utara kembali melanjutkan ekspor andaliman atau 'merica Batak' ke pasar Eropa, tepatnya negara Jerman. Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto menyebut ini merupakan ekspor kedua dengan volume lebih dari dua kali lipat setelah pengiriman pertama pada Maret 2021.

"Setelah ekspor perdana andaliman ke Jerman pada Maret 2021 dengan volume 574 kilogram, pada Agustus ada pengiriman lagi sebanyak 1.200 kilogram," ujarnya. Andaliman yang diekspor ke Jerman merupakan produksi dari Kabupaten Samosir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018