Sunday, 26 June 2022


Investor Belgia Lirik Program Pengembangan Kakao di Aceh Tamiang

31 Jan 2022, 11:49 WIBEditor : Gesha

dari kiri Kadistanbunak Atam, Ketua Maporina, Ketua FKA dan peneliti BPTP Aceh. | Sumber Foto:Abda

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tamiang --- Permintaan biji kakao fermentasi semakin tinggi dan terus meningkat. Hal ini tercetus adanya rencana dan keinginan investor dari Belgia untuk berinvestasi dalam program pengembangan Kakao di Kabupaten Tamiang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang melalui Edwar Fadli Yukti, SP selaku Kabid. Perkebunan saat berdiskusi dan advokasi dengan Ketua Forum Kakao Aceh (27/1/22). Dalam upaya mensukseskan program tersebut lanjut Edwar, pihaknya akan melibatkan lembaga riset, Dinas/ Instansi terkait dan juga dengan Forum Kakao Aceh (FKA) serta Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) Aceh.

Dalam waktu dekat langkah yang yang akan ditempuh kata Edwar menyiapkan data dukung potensi lahan kakao termasuk teknologi eksisting.  Dengan tersedianya output luas lahan seperti kondisi tanah, sosio kultural, produksi dan jaminan pasar. Sehingga tahun ini dapat dilakukan penyusunan draf kerjasama dengan para pihak.

"Inovasi teknologi budidaya yang akan dikembangkan untuk memenuhi target produksi yakni melalui  penggunaan bibit enterest Kakao Edel unggul," beber Edwar.

Sambung Edwar, program yang diusung Wapub T. Insyafuddin ini kiranya dapat bersinergi membantu peningkatan perekonomian masyarakat. "Pasalnya, dalam pelaksanaan kegiatan nanti kita akan menerapkan program inti - plasma serta partisipasi masyarakat mulai dari penanaman areal baru/rehab kebun/perawatan dan pasca panen sehingga terwujudnya pasar ekspor," ujarnya optimis.

Ketua FKA, Teuku Iskandar yang juga tim ahli Distanbun Aceh menyampaikan apresiasi positif dengan adanya program tersebut. "Kami menyambut baik atas inisiatif dan kerjasama Pemkab. Aceh Tamiang, khususnya untuk pengembangan Kakao Edel yang melibatkan FKA," ujarnya.

Lanjut Iskandar, untuk mencapai target produksi petani perlu dibekali SOP dan pendampingan on farm tentang Kakao Edel terutama melalui pendekatan lapangan atau Good Agricultural Practicess (GAP). 

Tak pelak, Kakao Edel sambung Iskandar,  merupakan introduksi klon baru tanaman Kakao yang perlu perlakuan khusus antara lain pemilihan bahan tanam unggul (Klon Kakao Edel), teknik tanam dan naungan; pemangkasan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit.  "Untuk itu harus dilakukan edukasi kepada petani kakao," jelas Iskandar.

Menurutnya, Kakao Edel memiliki kualitas terbaik karena asalnya dari hasil persilangan (Breeding) klon kakao unggul yang disebut juga Fine Kakao. Harga fine kakao juga mempunyai prospek harga tertinggi di Pasar Eropa dibandingkan dengan Kakao biasa. "Kakao Edel banyak digunakan untuk kosmetik dan konsumsi, sehingga harganya lebih tinggi," pungkasnya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018