Sunday, 26 June 2022


P4S Luwu Timur Dapat Pelatihan Mengindentifikasi Kebun Kakao

22 Feb 2022, 11:02 WIBEditor : Herman

Pelatihan Kepada Petani kakao di Luwu Timur

TABLOIDSINARTANI.COM, Luwu Timur --- Berbagai upaya terus dilakukan untuk terus mengembangkan kakao di Sulawesi yang notabene merupakan sentra kakao di Indonesia.  Salah satunya adalah dengan mengadakan workshop kepada para petani kakao sehingga mereka bisa meningkatkan pengetahuan yang akhirnya berdampak pada meningkatnya perekonomian para petani.   

Bersama dengan PT MARS, Kementerian Pertanian melaksanakan Workshop kepada para petani kakao yang berlangsung dari tanggal 11 s/d 14 Februari. Diharapkan peserta mudah menguasai karena diberikan materi praktek dan penyajian materi dengan sangat baik oleh fasilitator.  

Selain diikuti P4S Luwu Timur  Workshop tersebut diikuti pula peserta dari Kolaka, Poso, Konawe, Parimo,  Banggai, Luwu Utara, dan Luwu

Kementerian Pertanian dalam hal ini BPPSDMP akan terus berupaya agar skill, pengetahuan, kemampuan, juga kapasitas SDM pertanian Indonesia meningkat, baik penyuluh, petani, petani milenial, poktan maupun gapoktan," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, perlu sebuah perencanaan yang matang serta juga edukasi terhadap petani agar produksi kakao bisa terus meningkat. Menurut Syahrul, apabila hal itu terwujud bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi kekuatan kakao baru di dunia. 

"Untuk bisa meningkatkan produski kakao ada sejumlah cara yang bisa dilakukan antara lain penanaman yang baik serta perluasan tanaman kakao di daerah yang potensial. Karena, hampir seluruh wilayah di Indonesia berpotensi untuk ditanami kakao,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Selama 4 (empat) hari efektif peserta akan diberi bekal dalam mengidentifikasi kebun, seperti jumlah pohon dalam satu lokasi, kebutuhan pohon penanung, membuat layout kebun. Kemudian memberikan kesimpulan dan rekomendasi kepada petani akan kebutuhan kebun secara cepat dan tepat. Tidak kalah penting juga Metode Pelatihan Partisipatif, Manajemen Pelatihan. Penyusunan Modul dan Penyusunan Kurikulum.

“Ayo, serap ilmu dengan baik, tingkatkan kapasitas serta pengetahuan. Mudah-mudahan ilmu yang di dapat bisa berguna untuk teman-teman, petani perlu didorong dalam pengembangan dan pengolahan kakao agar bisa bersaing di pasaran terutama ekspor. Untuk itu butuh keseriusan, fokus dari petani maupun pendampingnya,“ ungkap Fajar Paulus Niong Manager Mars Cocoa Academy.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018